KISAH YANG AKAN MEMBUAT SESEORANG MENGURUNGKAN NIAT BURUKNYA


Ibnu Rojab rohimahullah mengisahkan dalam sebagian kitabnya tentang seorang laki laki badui yang menggoda wanita badui di padang pasir.

Laki Laki itu berkata, ‘kita ada di tempat yang hanya bintang bintang yang melihat kita, apa yang engkau takutkan..?’

Wanita itu menjawab, ‘lalu dimana Pencipta bintang bintang itu..?’ Laki laki tersebut langsung mengurungkan niatnya.

Beliau rohimahullah juga mengisahkan ada laki laki yang memaksa seorang wanita untuk berzina. Laki laki itu berkata, ‘tutuplah semua pintu..’ wanita itu pun menutupnya.

Laki laki itu berkata lagi, ‘sudahkah engkau menutup semua pintu..?’

Wanita tersebut menjawab, ‘sudah.. kecuali satu pintu..’

‘Pintu yang mana..?’ tanya laki laki tersebut.

‘Pintu antara kita dan Allah .. pintu yang tidak mungkin ditutup..’ Laki laki tadi pun tidak jadi berzina.

Begitulah, setiap kali seorang hamba menyadari bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengetahui dan memperhatikan gerak geriknya, maka itu akan menjadi faktor terbesar yang menghentikannya dari perbuatan dosa.

☕️ Silahkan disebarkan, semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕️
Barakallah fikum.


✒️ Dikisahkan oleh,
Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى

DZIKIR SAAT MELIHAT MUSIBAH


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.

bila melihat suatu musibah (secara langsung/dari sosmed) seperti kecelakaan kereta api, lalu lintas, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran, penyakit, dll, jangan lupa baca dzikir di atas.

===

BAGAIMANA MENGAMALKAN DZIKIR INI..?

An-Nawawi rohimahullah berkata,

قلت: قال العلماء من أصحابنا وغيرهم: ينبغي أن يقول هذا الذكر سرا بحيث يسمع نفسه ولا يسمعه المبتلى لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية فلا بأس أن يسمعه ذلك إن لم يخف من ذلك مفسدة، والله أعلم

Aku katakan, 'berkata para ulama dari madzhab kami (Syafi'i) dan yang lainnya'

'Semestinya dzikir ini dibaca dengan pelan, yakni hanya didengar oleh dirinya dan tidak didengar oleh yang tertimpa musibah agar hatinya tidak merasa sakit dengan sebab itu.

Kecuali orang tersebut ditimpa musibah berupa kemaksiatan (yang dilakukannya), maka tidak mengapa diperdengarkan kepadanya hal itu, jika tidak dikawatirkan akan muncul kerusakan dari perbuatan ini..'

(Al-Adzkaar no 779)

Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin 🤲🏼.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

_Semoga bermanfaat_

DUNIA ADALAH TEMPAT PUASANYA ORANG YANG BERTAKWA


Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullah berkata,

قال بعض السّلف:
“صم الدُّنْيا، واجعل فطرك المَوْت”

الدُّنيا كُلّها شهر صيام المُتقين، يصومون فيها
عن الشهوات المُحرمات،

فإذا جاءهُمُ المَوت، فقد انقضى شهر صيامهم،
واستهلوا عيد فطرهم.


Sebagian salaf berkata,

“Berpuasalah di dunia dan jadikanlah kematian sebagai waktu berbuka..”

Seluruh waktu di dunia adalah bulan puasa bagi orang yang bertakwa. Mereka berpuasa di dunia dari syahwat yang diharamkan..

Jika kematian telah datang, selesailah puasa mereka, lalu tiba waktunya mereka berhari raya (dengan mendapatkan kenikmatan di akhirat)..”

[ Latho’iful Ma’arif – 183 ]

☕️ Silahkan disebarkan , semoga Anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕️
Barakallah fikum.

JAUHILAH KESOMBONGAN


Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam bersabda,

"Tidaklah akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi..”

Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus..?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.  Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..“

(HR. Muslim no. 91)

● Imam An Nawawi rohimahullah berkata,

Hadist ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu :
- menyombongkan diri kepada manusia,
- merendahkan mereka, serta
- menolak kebenaran.

(Syarah Shohih Muslim Imam Nawawi, II/163)

MERAIH KESUCIAN JIWA DENGAN BIMBINGAN RASULULLAH (SESI 2)


 

MERAIH KESUCIAN JIWA DENGAN BIMBINGAN RASULULLAH (SESI 1)


 

MENJUNJUNG TINGGI NILAI KEJUJURAN


 

DAKWAH AHLUS SUNNAH DIANTARA DAKWAH-DAKWAH SEMPALAN SESI 3


 

DAKWAH AHLUS SUNNAH DI ANTARA DAKWAH-DAKWAH SEMPALAN (SESI 2)


 

DAKWAH AHLUS SUNNAH DI ANTARA DAKWAH-DAKWAH SEMPALAN (SESI 1)


 

PARA PENYUSUP DI BARISAN SALAFIYYUN MEMBENCI KAIDAH DAN PRINSIP JARH WA TA'DIL


 

KEPADA SIAPA KITA BERGURU (SESI TANYA JAWAB)


 

KEPADA SIAPA KITA BERGURU (SESI 2)


 

Shalat sunnah yang paling afdhal

Shalat sunnah yang paling afdhal adalah shalat malam atau qiyamul lail

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat pada tengah malam.” 
(HR Muslim: 1163)

Kita Berada Pada Zaman Dimana Orang Lebih Peduli Dengan Timbangan Berat Badannya dibandingkan Timbangan Keimanannya

Kita Berada Pada Zaman Dimana Orang Lebih Peduli Dengan Timbangan Berat Badannya dibandingkan Timbangan Keimanannya.

Manusia Zaman ini sulit menjaga berat badannya sebagaimana menjaga keimanannya. Orang yang diet mereka mengetahui alat untuk mengukur dietnya dengan timbangan untuk mendeteksi berat badannya.

Lalu bagaimana cara untuk mendeteksi keimanan ketika sedang naik atau turun?

Maka caranya adalah melihat apakah kita mudah atau tidak dalam melakukan kebaikan. Apabila melakukan kebaikan maka iman sedang naik begitupun jika melakukan keburukan maka iman sedang turun.

Para ulama zaman dulu mendeteksi dengan cara memperhatikan shalat malamnya.


Hasan Al-Basri rahimahullah berkata,

ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺬﻧﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻓﻴﺤﺮﻡ ﺑﻪ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ

“Sesungguhnya seseorang itu ketika berbuat dosa, bisa jadi akan diharamkan (susah melakukan) shalat malam.”
(Al-Mujalasah wa Jawahirul Ilmi no. 403)

Karena indikasi, dan orang yang bisa shalat malam adalah orang yang memiliki hati yang bersih dari keimanannya dan perlu di ketahui bahwa Allah lah yang membangunkannya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ، ﻭَﻣُﻜَﻔِّﺮَﺓٌ ﻟِﻠﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ، ﻣَﻨْﻬَﺎﺓٌ ﻋَﻦِ ﺍْﻹِﺛْﻢِ

“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.”
(HR. Tirmidzi)

DIANTARA PENYEBAB KESELAMATAN DAN KEBINASAAN

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,


Adakalanya seorang hamba berbuat dosa, tetapi justru dia dimasukkan ke dalam Surga, dan adakalanya seseorang mengerjakan ketaatan, namun justru dia dimasukkan ke Neraka. Maka orang-orang bertanya, “bagaimana hal itu bisa terjadi..?”

Bagi orang yang berbuat dosa, seakan akan dosa itu selalu tampak di hadapan matanya. Ketika dia berdiri, duduk, serta berjalan dia selalu mengingat akan dosa itu hingga membuat hatinya luluh dan bertaubat, menyesal dan juga memohon ampunan kepada Allah Ta’ala. Kondisi inilah yang menjadi penyebab keselamatannya.

Adapun orang yang berbuat kebaikan, seakan akan kebaikan itu selalu tampak di hadapan matanya. Ketika dia sedang duduk, berdiri ataupun berjalan, maka dia selalu ingat akan kebaikan itu sehingga telah membuatnya jadi takabur, ujub dan merasa mendapatkan karunia. Kondisi inilah yang menjadi penyebab kebinasaannya.

(Madaarijus Saalikiin I/307-308)

Silahkan disebarkan, Semoga Anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin
Barakallah fikum.             

JAGALAH LISAN KETIKA MARAH

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

“Biasakan dan latihlah lisanmu, ketika seorang anak atau istri membuatmu marah, untuk mendo’akan mereka dengan kebaikan.

Sebagian manusia ada yang mengatakan kepada anak dan istrinya ketika dia marah :

– semoga Allah mengadzabmu..!
– semoga Allah membinasakanmu..!
– semoga Allah membuat hitam wajahmu..!
– semoga Allah tidak membimbingmu dunia, akhirat..!

Ini semua adalah ucapan yang haram..!!!

Sabarlah engkau dan tenangkanlah dirimu (ketika marah) lalu kemudian do’akanlah keluargamu dengan kebaikan..”

(Fatawa Liqooil Baabil Maftuh – 187)

Catatan :

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Janganlah kalian mendo’akan keburukan untuk diri kalian, dan juga untuk anak-anak kalian atau harta kalian. Jangan sampai kalian menepati suatu waktu yang pada waktu itu Allah Subhanahu wa Ta’ala diminta sesuatu lantas Dia kabulkan do’a kalian tersebut..”

(HR. Muslim)

Contoh do’a kebaikan itu seperti :
– semoga Allah memberimu hidayah
– semoga Allah memperbaiki keadaan-mu
– semoga Allah menjadikanmu istri yang sholehah
– semoga Allah membimbingmu dunia dan akherat
– dan do’a lainnya yang semisal

Silahkan disebarkan, Semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin 
Barakallah fikum.             

SEBAB KERUNTUHAN ANDALUSIA

Berkata Abul Abbas Imam Qurtubi:

‎”إنما ذلك لشيوع الفواحش منهم بالإجماع من شبانهم بالفعل ومن شيوخهم بالإقرار فلا تأمن الفروج ولا الأموال فسلط الله عليهم عدوهم إلى أن أزالهم بالكلية “.
‎- من كتاب [ شرح مختصر المسلم ]

Hal itu terjadi pastinya disebabkan menyebarnya perbuatan keji di kalangan generasi muda tanpa pengingkaran dari para generasi tua, hingga tiada kemaluan dan harta yang selamat dari keburukan, dengan sebab itulah Allah datangkan kepada mereka musuh yang menguasai dan menghabisi mereka secara keseluruhan.
(Dinukil dari mukhtasar sahih Muslim)

Silahkan disebarkan, semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin 
Barakallah fikum.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA حفظه الله تعالى

CONTOH BERBAKTI KEPADA ORANG TUA KETIKA SUDAH MENINGGAL DUNIA

BERIKUT ADALAH CONTOH  CONTOH BERBAKTI KEPADA ORANG TUA KETIKA SUDAH MENINGGAL DUNIA

(01). Mengurusi jenazah orangtua sesuai sunnah, dari cara memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan

(02). Mendo’akan orangtua supaya diampuni dosa-dosanya, dirahmati, dan dapat terhindar dari siksa kubur dan siksa Neraka

(03). Bersilaturahmi kepada keluarga serta teman2 orang tua dan berbuat baik kepada mereka

(04). Menjaga nama baik & kehormatannya

(05). Menunaikan janji-janji yang pernah diucapkan oleh orang tua kepada orang lain

(06). Menghajikan dan mengumrohkan, jika orangtua belum berhaji dan umroh

(07). Bersedekah atas nama orang tua

(08). Melunasi semua hutang-hutang mereka

(09). Membayarkan hutang puasa Ramadhan orangtua dengan fidyah

(10). Melaksanakan nadzar, kafarat, sumpah dan wasiat orangtua jika memang ada serta tidak menyelisihi syariat

(11). Seringkali menziarahi kuburan mereka

(12). Tidak mencela orangtua orang lain yang mengakibatkan orangtuanya juga dicela

(13). Memperbanyak amal shalih yang dapat dilakukan anak & bermanfaat bagi orangtua

Imam al-Albani رحمه الله berkata :

ما يفعله الولد الصّالح من الأعمال الصّالحة، فإنّ لوالديه مثل أجره، دون أن ينقص من أجره شيء، لأنّ الولد من سعيهما وكسبهما، و الله عزّ و جلّ يقوله : وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ، و قال رسول لله ﷺ : إنّ أطيب ما أكل الرجل من كسبه، وإنّ ولده من كسبه

"Berbagai amal ibadah yang dilakukan oleh seorang anak yang shalih, maka bagi kedua orang tuanya pun akan mendapatkan pahala yang semisal dengannya tanpa mengurangi sedikit pun pahala anaknya tersebut, karena anak termasuk dari usaha dan jerih payah kedua orang tua. Dan Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman : "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya" (QS. An-Najm [53]: 39). Dan Rasulullah ﷺ bersabda : "Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah makanan yang telah dihasilkan dari usahanya sendiri. Dan sesungguhnya anak itu termasuk dari usahanya" (lihat Ahkaamul Janaa-iz hal 216)

Silahkan disebarkan, semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin 
Barakallah fikum.

Ditulis oleh,
Ustadz. Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى

MENINGGALKAN SEMUA PERKARA YANG TIDAK BERMANFAAT

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah ta’ala berkata,


قَد جَمَعَ النَّبِيَُ – ﷺ – الوَرَعَ كُلَّهُ فِي كَلِمَةٍ وَاحِدةٍ فَقَالَ،

Sungguh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam telah mengumpulkan seluruh sifat waro’ (kehati-hatian dalam setiap perkara) dalam satu kalimat. Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

« مِنْ حُسْنِ إسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ»

“Termasuk baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan perkara perkara yang tidak berguna baginya..”

فهذَا يَعُمُّ التَرَكَ لِمَا لَا يَعْنِي مِنَ: الكَلامِ، و النَّظرِ، و الإستمِاعِ، و البَطشِ، و المَشي، و الفِكر، و سَائِرَ الحَركَاتِ الظَاهِرَةِ و البَاطِنَةِ،
فَهذهِ الكَلِمَةُ كَافِيَّةٌ شَافِيَّةٌ فِي الوَرَعِ.

Maka ini mencakup untuk meninggalkan seluruh perkara yang tidak berguna baik dari :
– ucapan,
– pandangan,
– pendengaran,
– meraba dengan tangan,
– berjalan,
– berfikir, dan
– semua gerakan lahir dan batin lainnya.

Maka kalimat ini sangat cukup dalam mendefinisikan makna waro’.

(Madaarijus Saalikiin : 2/21)

Silahkan disebarkan, semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin 
Barakallah fikum.             

Tak Akan Sanggup Engkau Menghitung Nikmat Allah.

Tak terhitung begitu banyak Nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, tetapi sayangnya kebanyakan manusia jarang sekali mensyukuri bahkan justru durhaka kepada Allah.

Namun meskipun demikian, Allah dengan Rahman-Nya tetap saja senantiasa memberikan nikmat dan kesempatan kepada kita yang berdosa agar bertaubat.

Allah Ta'ala berfirman :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)

Dalam ayat yang lain Allah Ta'ala jg berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Yang dimaksud dengan ayat ini disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 278), “Jika kalian tidak mampu menghitungnya, lebih-lebih untuk mensyukuri semuanya. Namun kekurangan dan kedurhakaan kalian masih Allah maafkan (bagi yang mau bertaubat, -pen), Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ibnu Katsir juga menjelaskan dalam kitab tafsirnya (4: 675), “Allah benar-benar memaafkan kalian. Jika kalian dituntut unutk mensyukuri semua nikmat yang Allah beri, tentu kalian tidak mampu mensyukurinya. Jika kalian diperintah untuk mensyukuri seluruh nikmat tersebut, tentu kalian tidak mampu dan bahkan enggan untuk bersyukur. Jika Allah mau menyiksa, tentu bisa dan itu bukan tanda Allah itu zholim. Akan tetapi, Allah masih mengampuni dan mengasihi kalian. Allah mengampuni kesalahan yang banyak lagi memaafkan bentuk syukur kalian yang sedikit.”

Subhanallah... sungguh begitu sayangnya Allah kepada hambanya, lantas tidakkah kita merasa malu jika nikmat-nikmat yang Allah berikan ini tidak kita syukuri dan justru terus kita pergunakan untuk maksiat ?

Semoga hal ini menjadi renungan kita semua, karena kelak semua nikmat yang Allah berikan akan ditanya.

SANAD KEILMUAN SYEKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH

Kalau ada silsilah habib, langsung percaya, bahwa dia betul keturunan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Tanpa perlu croscek, validasi dan verifikasi terlebih dahulu. Namun ketika ada sanad silsilah keilmuan Syekh Al-Albani rahimahullah tidak percaya. Mereka selalu membuat narasi dan memframing bahwa Syekh Al-Albani rahimahullah tidak punya guru dan tidak punya sanad keilmuan.

Kalau mereka itu sedikit saja menggunakan akal sehatnya, "Bagaimana seseorang tidak memiliki guru, sedangkan belajar bahasa arab saja, itu memerlukan guru (apalagi Syekh Al-Albani rahimahullah bukan orang arab) dan menulis tulisan pakai bahasa arab yang jumlahnya berjilid-jilid, itu memerlukan kaidah-kaidah bahasa arab, apakah bisa dengan otodidak?

Memang, orang bodoh, jahil dan pandir, tidak bisa berlaku jujur dan adil. Hawa nafsu dan kebencian semakin mempersempit akalnya.

✍️Ustadz Abu Fadhel

MEMPERBANYAK SAKSI DI HARI KIAMAT

Allah Ta’ala berfiman (yang artinya),

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya..” (Qs 99/4-5)

● Al Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

إنَّ في دوام الذِّكر في الطريق ، والبيت ، والحضر ، والسفر ، والبقاع :
تكثيرًا لشهود العبد يوم القيامة ؛ فإنَّ البقعة والدار ، والجبل والأرض : تشهد للذاكر يوم القيامة ” يومئذ تحدث أخبارها “

Sesungguhnya dalam keterbiasaan seseorang berdzikir :
– di jalan,
– di rumah,
– di saat mukim dan safar
adalah upaya untuk memperbanyak saksi bagi seorang hamba di hari kiamat kelak.

Sebab suatu tempat, hamparan tanah, gunung juga bumi, mereka akan bersaksi terhadap orang-orang yang selalu dzikir mengingat Allah, “yaitu pada hari dimana bumi menyampaikan beritanya..”

(Alwabilush Shoyyib, hlm. 81)

● Asy Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafizhohullah berkata,

Hari itu pada hari kiamat.. bumi mengabarkan tentang segala apa yang terjadi di atas muka bumi. Di sini kita mengetahui bahwa bumi menjadi saksi atas apa yang terjadi di atasnya dari perbuatan manusia, dari ucapan-ucapan yang mereka lakukan.. dan ini adalah persaksian dari bumi terhadap apa yang dikerjakan oleh manusia dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Tafsir Qs Az Zalzalah)

Silahkan disebarkan, semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕️
Barakallah fikum.             

RIDHO ALLAH BAGI HAMBA YANG PANDAI BERSYUKUR

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إنَّ الل‍هَ لَيَرضى عَنِ العبْدِ يأكُلُ الأكْلةَ فيحمَدُهُ عليها، ويشرَبُ الشَّرْبةَ فيحمَدُهُ عليها

“Sesungguhnya Allah betul-betul ridho pada seorang hamba yang makan lalu dia memuji Allah atas nikmat makanan tersebut dan dia minum lalu memuji Allah atas nikmat minuman tersebut..”

(HR. Muslim – 2734)

● Al-Qurthubi rohimahullah mengatakan,

فيه دلالة على أن شكر النعمة وإن قلت سبب نيل رضا الله تعالى

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa mensyukuri nikmat -meskipun sedikit- merupakan sebab (seseorang) menggapai ridho Allah.

(Syarah Shohih Muslim 42/450)

● Syaikh Al-Utsaimin rohimahullah juga menjelaskan,

ورِضا الل‍هِ يحصُلُ به كلُّ مقصودٍ، فيحصُلُ به مغفرةُ الذُّنوبِ، وتكفيرُ السَّيِّئاتِ، ورِفعةُ الدَّرجاتِ؛ ولهذا ينبغي للإنسانِ كلَّما أكَلَ أو شرِبَ أنْ يحمَدَ الل‍هَ على ذلك؛ حتَّى يحصُلَ له هذا الخيرُ الكثيرُ، وهو أنْ يَرضَى الل‍هُ عنه.

Dengan ridho Allah :
– semua tujuan jadi tercapai,
– akan diampuni dosa-dosa,
– dihapuskan kesalahan-kesalahan, dan
– akan ditinggikan derajatnya.

Oleh karenanya, hendaklah setiap kali seseorang makan atau minum agar dia memuji Allah sehingga dia bisa mendapatkan kebaikan yang banyak ini, yaitu Allah meridhoinya.

(Fatawa Su’al ‘Alal Hatif, I/205)

☕️ Silahkan disebarkan,semoga Anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕️
Barakallah fikum.

MENJAWAB TUDUHAN KEPADA SYAIKH AL-ALBANI



Respon atas kritik kepada Syaikh Al-Albani oleh Ust. Adi Hidayat, Gus Ajir Ubaidillah, dan lainnya.

Oleh Al-Ustadz Ahmad Ubaidillah Nasiden hafizhahullah

Buku ini disusun untuk menelaah dan meluruskan berbagai tuduhan yang diarahkan kepada Syaikh Muḥammad Nāṣir al-Dīn al-Albānī رحمه الله, dengan merujuk kepada kitab-kitab ulama, sumber asli, serta penjelasan para ahli hadis.

📖 Tebal: 329 halaman
📚 Referensi: 176 kitab
🔗 Download gratis:

Silakan dibaca, dikaji, dan disebarkan. Kritik terhadap seorang ulama tentu terbuka, tetapi hendaknya dibangun di atas data yang benar, sumber yang utuh, dan sikap ilmiah yang adil.

Semoga bermanfaat.