Pages

Wednesday, August 28, 2019

Istigfar Anak Soleh Solehah Mengangkat Derajat Leluhurnya

*_ONE DAY ONE HADIST_*

*Istighfar Anak Shaleh mengangkat  Derajat Orang Tuanya di Syurga*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، أَنَّى لِي هَذِهِ ؟ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Artinya: “Dari Abu Hurairah – Radhiyallahu ‘Anhu – berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hambaNya yang Shaleh di syurga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, Bagaimanakah semua ini (bisa menjadi) milikku ?, Allah berfirman menjawabnya: ‘Karena Istighfar anakmu untuk dirimu'”. _(HR: Ahmad, Ibnu Majah. Dan dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani dan Hasan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth)._

*Pelajaran yang terdapat dalam hadits:*

1- Allah ‘Azza Wajjalla akan meninggikan derajat di syurga setiap orang tua dengan amalan dan istighfar anak-anaknya yang tak pernah mereka ia duga sebelumnya.

2- Maka alangkah beruntungnya orang tua yang beriman dan shaleh, terlebih apabila ia memiliki anak cucu yang Shaleh dan Shalehah. Mereka akan berkumpul bersama di syurga yang penuh kenikmatan dan kekal selama lamanya.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Qur'an:*

Selamat mendidik diri dan keluarga dan jangan lupa untuk selalu membaca doa ini, doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Zakariyya dan Ibrahim ‘Alaihimassalam agar kita diberikan anak cucu yang shaleh.

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

“Ya Rabbi berikanlah kepadaku dari sisiMu keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau adalah Maha mendengar do:a”
*(QS Ali Imron: 38).*

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِين
َ
“Ya Rabbi berikanlah untukku (keturunan) yang Shaleh”.
*(QS As-Soffat:100)*.

2- Apabila orang yang beriman memiliki keturunan yang mengikuti mereka dalam keimanan, niscaya Allah akan hubungkan anak cucu mereka bersama dengannya kelak dalam satu _manzilah_  (tempat) yang sama di syurga. Demikian penjelasan Ibnu Katsir ketika menafsirkan Ayat ini:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam syurga) dan kami tidak mengurangi sedikitpun pahala kebaikan atau kebajikan mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya”
*(QS: Ath-Thūr – 21).*