Pernahkah kita melakukan maksiat yang sama berulang kali? Lalu, bagaimana jika kita ingin bertobat dan meminta nasihat agar bisa meninggalkannya?
Dalam Islam, kita tidak perlu menceritakan dosa secara terperinci jika tidak ada kebutuhan.
Cukup sampaikan masalah yang ingin diperbaiki agar mendapatkan nasihat yang tepat.
Allah ﷻ berfirman :
وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
“Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS An-Nisā' [4]: 110)
Jika maksiat terus berulang, jangan menyerah untuk bertobat. Jauhi hal-hal yang memicu maksiat dan berusahalah memperbaiki diri.
Jika berkaitan dengan syahwat dan belum mampu menikah, berpuasalah sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah ﷺ.
Jangan putus asa dari rahmat Allah ﷻ. Teruslah bertobat dan berusaha meninggalkan maksiat.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
Griya Kajian Sunnah
MAKSIAT LEBIH DARI 100X DAN MINTA NASIHAT UNTUK MENINGGALKANNYA
ORANG ZALIM KOK ENAK-ENAK SAJA HIDUPNYA?
Pernahkah kita melihat orang yang menzalimi orang lain, menipu, atau tidak membayar utangnya, tetapi hidupnya terlihat baik-baik saja?
Jangan mengira Allah ﷻ membiarkan kezaliman begitu saja. Setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ
“Janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang orang-orang zalim perbuat. Sesungguhnya Dia menangguhkan mereka sampai hari ketika mata (mereka) terbelalak.”
(QS Ibrāhīm [14]: 42)
Allah ﷻ bisa saja menangguhkan hukuman bagi orang zalim, tetapi bukan berarti Dia melupakan perbuatannya.
Sementara itu, orang yang dizalimi hendaknya bersabar dan tetap menempuh cara yang dibenarkan syariat untuk mendapatkan haknya.
Jangan berputus asa ketika dizalimi dan jangan pula merasa aman ketika menzalimi orang lain. Mari bertakwa kepada Allah ﷻ, menjaga hak sesama, dan segera bertaubat jika pernah berbuat zalim.
Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari perbuatan zalim dan memberikan keadilan kepada setiap hamba yang dizalimi.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
JANGAN TUNJUKKAN KONFLIK SUAMI ISTRI DI DEPAN ANAK
Dalam kehidupan rumah tangga, perselisihan antara suami dan istri terkadang tidak dapat dihindari.
Namun, sebagai orang tua, hendaknya kita menjaga agar konflik tersebut tidak diperlihatkan di hadapan anak-anak.
Anak-anak membutuhkan lingkungan keluarga yang aman, tenang, dan penuh kasih sayang. Pertengkaran yang sering mereka saksikan dapat memengaruhi perasaan, pola pikir, bahkan perilaku mereka.
Allah ﷻ berfirman :
وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
“Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”
(QS An-Nisā' [4]: 19)
Karena itu, suami dan istri hendaknya saling menjaga sikap, menahan amarah, serta menyelesaikan permasalahan dengan bijaksana.
Jangan sampai anak-anak menjadi saksi pertengkaran, mendengar ucapan kasar, atau merasa harus memilih antara ayah dan ibunya.
Jika terjadi perselisihan, carilah waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakannya.
Saling menghormati, saling memaafkan, dan jangan menjadikan anak sebagai tempat melampiaskan emosi ataupun perantara konflik.
Ingatlah, anak bukan hanya membutuhkan nafkah dan pendidikan, tetapi juga keteladanan dari kedua orang tuanya dalam membangun rumah tangga yang penuh kasih sayang.
Semoga Allah ﷻ membimbing kita menjadi orang tua yang mampu menjaga keharmonisan keluarga, mendidik anak-anak dengan baik, serta menjadikan rumah tangga kita sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
KISAH YANG AKAN MEMBUAT SESEORANG MENGURUNGKAN NIAT BURUKNYA
Ibnu Rojab rohimahullah mengisahkan dalam sebagian kitabnya tentang seorang laki laki badui yang menggoda wanita badui di padang pasir.
Laki Laki itu berkata, ‘kita ada di tempat yang hanya bintang bintang yang melihat kita, apa yang engkau takutkan..?’
Wanita itu menjawab, ‘lalu dimana Pencipta bintang bintang itu..?’ Laki laki tersebut langsung mengurungkan niatnya.
Beliau rohimahullah juga mengisahkan ada laki laki yang memaksa seorang wanita untuk berzina. Laki laki itu berkata, ‘tutuplah semua pintu..’ wanita itu pun menutupnya.
Laki laki itu berkata lagi, ‘sudahkah engkau menutup semua pintu..?’
Wanita tersebut menjawab, ‘sudah.. kecuali satu pintu..’
‘Pintu yang mana..?’ tanya laki laki tersebut.
‘Pintu antara kita dan Allah .. pintu yang tidak mungkin ditutup..’ Laki laki tadi pun tidak jadi berzina.
Begitulah, setiap kali seorang hamba menyadari bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengetahui dan memperhatikan gerak geriknya, maka itu akan menjadi faktor terbesar yang menghentikannya dari perbuatan dosa.
☕️ Silahkan disebarkan, semoga anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕️
Barakallah fikum.
✒️ Dikisahkan oleh,
Syaikh Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى
DZIKIR SAAT MELIHAT MUSIBAH
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً
‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya.
bila melihat suatu musibah (secara langsung/dari sosmed) seperti kecelakaan kereta api, lalu lintas, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran, penyakit, dll, jangan lupa baca dzikir di atas.
===
BAGAIMANA MENGAMALKAN DZIKIR INI..?
An-Nawawi rohimahullah berkata,
قلت: قال العلماء من أصحابنا وغيرهم: ينبغي أن يقول هذا الذكر سرا بحيث يسمع نفسه ولا يسمعه المبتلى لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية فلا بأس أن يسمعه ذلك إن لم يخف من ذلك مفسدة، والله أعلم
Aku katakan, 'berkata para ulama dari madzhab kami (Syafi'i) dan yang lainnya'
'Semestinya dzikir ini dibaca dengan pelan, yakni hanya didengar oleh dirinya dan tidak didengar oleh yang tertimpa musibah agar hatinya tidak merasa sakit dengan sebab itu.
Kecuali orang tersebut ditimpa musibah berupa kemaksiatan (yang dilakukannya), maka tidak mengapa diperdengarkan kepadanya hal itu, jika tidak dikawatirkan akan muncul kerusakan dari perbuatan ini..'
(Al-Adzkaar no 779)
Semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin 🤲🏼.
Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
_Semoga bermanfaat_
DUNIA ADALAH TEMPAT PUASANYA ORANG YANG BERTAKWA
Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullah berkata,
قال بعض السّلف:
“صم الدُّنْيا، واجعل فطرك المَوْت”
الدُّنيا كُلّها شهر صيام المُتقين، يصومون فيها
عن الشهوات المُحرمات،
فإذا جاءهُمُ المَوت، فقد انقضى شهر صيامهم،
واستهلوا عيد فطرهم.
Sebagian salaf berkata,
“Berpuasalah di dunia dan jadikanlah kematian sebagai waktu berbuka..”
Seluruh waktu di dunia adalah bulan puasa bagi orang yang bertakwa. Mereka berpuasa di dunia dari syahwat yang diharamkan..
Jika kematian telah datang, selesailah puasa mereka, lalu tiba waktunya mereka berhari raya (dengan mendapatkan kenikmatan di akhirat)..”
[ Latho’iful Ma’arif – 183 ]
☕️ Silahkan disebarkan , semoga Anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕️
Barakallah fikum.
JAUHILAH KESOMBONGAN
Rosulullah shollallahu 'alayhi wasallam bersabda,
"Tidaklah akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi..”
Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus..?”
Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..“
(HR. Muslim no. 91)
● Imam An Nawawi rohimahullah berkata,
Hadist ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu :
- menyombongkan diri kepada manusia,
- merendahkan mereka, serta
- menolak kebenaran.
(Syarah Shohih Muslim Imam Nawawi, II/163)
Shalat sunnah yang paling afdhal
Kita Berada Pada Zaman Dimana Orang Lebih Peduli Dengan Timbangan Berat Badannya dibandingkan Timbangan Keimanannya
Kita Berada Pada Zaman Dimana Orang Lebih Peduli Dengan Timbangan Berat Badannya dibandingkan Timbangan Keimanannya.
DIANTARA PENYEBAB KESELAMATAN DAN KEBINASAAN
Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
JAGALAH LISAN KETIKA MARAH
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,
SEBAB KERUNTUHAN ANDALUSIA
Berkata Abul Abbas Imam Qurtubi: