Sunday, August 9, 2026

Ringkasan Kajian Fiqih Siroh Nabi (Setiap Ahad Pekan Kedua)


▪︎ Tempat: Masjid Baitussalam Purwokerto

▪︎ Tanggal: 25 Safar 1448 | 9 Agustus 2026

▪︎ Pemateri: Ust. Dr. Abdullah Zaen Lc,. MA _hafiduahullah_

▪︎ Tema: Misi senyap ke Al-Qurtha


*Tentang Sariyyah Qurtha*

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 6 H. Nabi ﷺ mengutus *Muhammad bin Maslamah* bersama 30 sahabat berkuda menuju Al-Qurtha (القرطاء), yaitu salah satu kelompok dari Bani Bakr bin Kilab di wilayah Najd. 


Strategi yang diberikan Nabi ﷺ juga menarik, yaitu:

Berjalan pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari (selama 7 hari), kemudian melakukan serangan ketika sampai di lokasi sasaran.


Pada tahun 6 Hijriah ini, terjadi *2 _Ghazwah_* (perang besar & peperangan ini diikuti langsung oleh Rasulullah ﷺ) dan *14 _Sariyyah_* (perang kecil, ekspedisi militer yang tidak diikuti langsung oleh Rasulullah ﷺ).


Salah satu hikmah strategis dari pengiriman sariyyah adalah mengantisipasi dan melemahkan potensi ancaman dari wilayah-wilayah pinggiran, terutama daerah yang dihuni oleh berbagai suku dan kabilah yang memiliki hubungan atau aliansi dengan kekuatan yang menjadi ancaman bagi kaum Muslimin.


Strategi ini menunjukkan bahwa menghadapi kekuatan besar tidak selalu dilakukan dengan berhadapan langsung dengan pusat kekuatannya. Wilayah sekitar dan jaringan pendukungnya juga perlu diperhatikan. 

Beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari strategi Rasulullah ﷺ antara lain:

- Mengenali jaringan dan aliansi yang dapat menjadi sumber ancaman. 

- Mengambil langkah preventif sebelum ancaman menjadi lebih besar. 

- Menggunakan kekuatan secara terukur sesuai kebutuhan dan kondisi. 

- Membangun kekuatan internal kaum Muslimin, sekaligus mengamankan lingkungan eksternal.


Setelah tiba di Al-Qurtha, pasukan kaum Muslimin melakukan serangan secara mendadak sehingga musuh melarikan diri. Kaum Muslimin kemudian memperoleh unta, kambing, dan harta yang ditinggalkan oleh mereka. Para wanita tidak ditawan dan dibiarkan kembali kepada keluarganya. Pasukan selanjutnya kembali ke Madinah membawa harta rampasan yang diperoleh. Sariyyah ini berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin tanpa pertempuran besar yang berkepanjangan.


*Pelajaran Strategis untuk Dakwah & Pendidikan*

- Perkuat internal terlebih dahulu, baru memperluas jaringan eksternal.

- Kenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan.

- Setiap langkah harus terukur dan terencana.

- Bangun kedisiplinan dalam menjalankan program.

- Susun content dakwah yang jelas dan tepat sasaran.

- Tentukan indikator keberhasilan setiap program.

- Identifikasi kendala yang muncul di lapangan.

- Lakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala.


Tiga Pelajaran/Hikmah yang dapat kita ambil adalah:

*1. Mengubah strategi dari bertahan menjadi bergerak.*

Tidak selamanya berada dalam posisi bertahan. Diperlukan strategi yang aktif, tepat, dan disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.


*2. Mengenali prioritas dan memutus jaringan lawan.*

Kenali sumber kekuatan dan ancaman, tentukan prioritas, kemudian fokus pada titik-titik strategis yang paling berpengaruh.


*3. Kesuksesan memerlukan perencanaan yang matang dan kedisiplinan.*

Keberhasilan tidak cukup hanya dengan semangat. Dibutuhkan perencanaan yang matang, langkah yang terukur, pembagian tugas yang jelas, serta kedisiplinan dalam pelaksanaannya.


_Baarakallaahu fiikum._

No comments:

Post a Comment

Selalu Berkomentar yang Baik sebab Semua akan dimintai Pertanggung Jawaban di Akhirat Kelak.