Kita Berada Pada Zaman Dimana Orang Lebih Peduli Dengan Timbangan Berat Badannya dibandingkan Timbangan Keimanannya.
Manusia Zaman ini sulit menjaga berat badannya sebagaimana menjaga keimanannya. Orang yang diet mereka mengetahui alat untuk mengukur dietnya dengan timbangan untuk mendeteksi berat badannya.
Lalu bagaimana cara untuk mendeteksi keimanan ketika sedang naik atau turun?
Maka caranya adalah melihat apakah kita mudah atau tidak dalam melakukan kebaikan. Apabila melakukan kebaikan maka iman sedang naik begitupun jika melakukan keburukan maka iman sedang turun.
Para ulama zaman dulu mendeteksi dengan cara memperhatikan shalat malamnya.
Hasan Al-Basri rahimahullah berkata,
ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺬﻧﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻓﻴﺤﺮﻡ ﺑﻪ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ
“Sesungguhnya seseorang itu ketika berbuat dosa, bisa jadi akan diharamkan (susah melakukan) shalat malam.”
(Al-Mujalasah wa Jawahirul Ilmi no. 403)
Karena indikasi, dan orang yang bisa shalat malam adalah orang yang memiliki hati yang bersih dari keimanannya dan perlu di ketahui bahwa Allah lah yang membangunkannya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﻘِﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺩَﺃْﺏُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ، ﻭَﻣُﻜَﻔِّﺮَﺓٌ ﻟِﻠﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ، ﻣَﻨْﻬَﺎﺓٌ ﻋَﻦِ ﺍْﻹِﺛْﻢِ
“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.”
(HR. Tirmidzi)
No comments:
Post a Comment
Selalu Berkomentar yang Baik sebab Semua akan dimintai Pertanggung Jawaban di Akhirat Kelak.