Saturday, December 11, 2021

Naudzubillaah Kawin Mut'ah adalah Zina

Hikmah yang bisa di petik dari kasus Mut'ah yang lagi viral : 

1. Paham Syiah adalah sesat

2. Syiah bukan Islam

3. Syiah punya pemahaman nikah kontrak (mut'ah itu halal) bagaimana metode nikahnya? ada laki ada perempuan tanpa wali mereka sudah sah. sah berhubungan badan..

4. Jangan heran kalau korbannya sebanyak itu. karena pemahaman mereka memang seperti itu. makin banyak yang mereka nikahi mut'ah makin tinggi derajatnya. katanya.

semoga Allah melindungi kita dan anak keturunan kita dari segala keburukan dan marahabaya.. aamiin

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2015876328579479&id=100004713931068

Wanita Adalah Aurat

Bagi wanita yang masih bermudah-mudahan dalam upload foto, tidak takutkah ia akan dosa jariyah yang ditimbulkannya karena memancing syahwat orang lain?

Padahal Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam telah mengatakan bahwa wanita itu aurot,


المرأة عورة ، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita adalah aurot. Jika ia keluar, syetan memperindahnya”

[HR Tirmidzi 1173].

Maka tidak peduli wanita itu memakai jilbab atau tidak, syetan akan membuatnya nampak indah dan menggiurkan di mata para lelaki. Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam menegaskan pada kita semua,

لا تكونوا عون الشيطان على أخيكم

“Janganlah kalian menjadi penolong syetan untuk menggoda saudara kalian” [HR Bukhori 6781

Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/nasehat-bagi-wanita-yang-mengupload-foto-diri-di-media-sosial-dan-para-netizen/

Doa Ketika Hujan Deras


Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, ketika hujan tidak kunjung berhenti, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Ibnul Qayyim mengatakan, ”Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam untuk memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca do’a di atas.” (Zaadul Ma’ad, 1: 439)

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa do’a di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya. (Lihat Dzikru wa Tadzkir, hal. 28)

Berarti dapat kita ambil pelajaran bahwa doa di atas dibaca saat hujan itu deras dan membawa dampak bahaya seperti banjir besar atau banjir bandang. Ini bisa terjadi curah hujan itu kecil namun berlangsung dalam waktu yang cukup lama, 3 atau 4 jam di daerah yang rawan banjir. Wallahu a’lam.

Sumber https://rumaysho.com/9690-doa-ketika-hujan-deras.html