Thursday, December 16, 2021

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Memotong kuku di Hari Jum'at dan hari hari lain


https://abufawaz.wordpress.com/2012/11/30/hadits-palsu-tentang-keutamaan-memotong-kuku-pada-hari-jumat-dan-hari-hari-lain/

๐Ÿ“Memotong kuku merupakan salah satu amalan yang disyariatkan dlm agama Islam. Barangsiapa yang melakukannya dengan niat meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam n mengamalkan ajaran beliau, maka ia akan meraih pahala yg besar dr Allah ta’ala.

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk memotong kukunya kapan saja bilamana telah melewati ujung jari. Tidak ada pembatasan dan penentuan waktu dan hari tertentu untuk memotong kuku.

Namun, di sana terdapat beberapa riwayat yang menerangkan tentang keutamaan memotong kuku pada hari-hari tertentu sepanjang satu pekan. Dan pada setiap harinya terdapat keutamaan tersendiri yang berbeda dengan hari selainnya.

Berikut ini kami akan sebutkan lafazh hadits dan terjemahannya serta perkataan para ulama hadits berkenaan dengan derajatnya.

ุญุฏูŠุซ : ู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุณุจุช ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุงู„ุฏุงุก ، ูˆุฏุฎู„ ููŠู‡ ุงู„ุดูุงุก ، ูˆู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุฃุญุฏ ุฎุฑุฌุช ู…ู†ู‡ ุงู„ูุงู‚ุฉ ูˆุฏุฎู„ ููŠู‡ ุงู„ุบู†ู‰ ، ูˆู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุงุซู†ูŠู† ุฎุฑุฌุช ู…ู†ู‡ ุงู„ุนู„ุฉ ูˆุฏุฎู„ุช ููŠู‡ ุงู„ุตุญุฉ ، ูˆู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุซู„ุงุซุงุก ، ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุงู„ุจุฑุต ، ูˆุฏุฎู„ ููŠู‡ ุงู„ุนุงููŠุฉ ، ูˆู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุฃุฑุจุนุงุก ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุงู„ูˆุณูˆุงุณ ، ูˆุงู„ุฎูˆู ูˆุฏุฎู„ ููŠู‡ ุงู„ุฃู…ู† ูˆุงู„ุตุญุฉ ، ูˆู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุฎู…ูŠุณ ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุงู„ุฌุฐุงู… ูˆุฏุฎู„ ููŠู‡ ุงู„ุนุงููŠุฉ ، ูˆู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธูุงุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฏุฎู„ ููŠู‡ ุงู„ุฑุญู…ุฉ ، ูˆุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุงู„ุฐู†ูˆุจ

Artinya:

1) “Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Sabtu, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk ke dalamnya kesembuhan.

2) Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Ahad, maka akan keluar darinya kefakiran dan masuk ke dalamnya kekayaan.

3) Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Senin, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk kepadanya kesehatan.

4) Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Selasa, maka akan keluar darinya al-Baros (penyakit sopak) dan masuk ke dalamnya al-’Afiah (kesehatan dan kesembuhan).

5) Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Rabu, maka akan keluar darinya was-was dan ketakutan, dan masuk ke dalamnya keamanan dan kesehatan.

6) Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Kamis, maka akan keluar darinya penyakit kusta dan masuk kepadanya al-’Afiah (kesehatan dan kesembuhan).

7) Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Jumat, maka akan masuk kepadanya rahmat (Allah) dan keluar daripadanya dosa-dosa.”

(Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ibnul Jauzi di dalam kitab Al-Maudhu’aat III/226, dan imam As-Suyuthi di dalam Al-La-ali’ Al-Mashnu’ah Fi Al-Ahadits Al-Maudhu’ah II/227).

*DERAJAT HADITS:*

Hadits ini derajatnya Maudhu‘ (PALSU), karena di dalam sanadnya ada 2 (dua) perawi pemalsu hadits, yaitu Abu ‘Ishmah Nuh bin Maryam dan Hannaad bin Ibrahim. Dan diantara mereka berdua terdapat beberapa perawi yang majhul (tidak dikenal jati diri dan kredibilitasnya) dan perawi yg Dho’if (lemah). (Lihat Al-La-ali’ Al-Mashnu’ah karya imam As-Suyuthi II/227, dan al-Fawa-id al-Majmu’ah, karya imam Asy-Syaukani. I/197).

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: “Hadits ini PALSU, karena di dlm sanadnya terdapat 2 perawi pemalsu hadits n beberapa perawi yang majhul.” (Lihat al-Fawa-id al-Majmu’ah, I/197).

Imam As-Sakhowi rahimahullah berkata: “Tidak ada satu pun hadits yg shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yg menerangkan tata cara n penetapan hari-hari tertentu untuk memotong kuku.” (Lihat Al-Maqoshid Al-Hasanah hal. 422).

Syaikh Muhammad Nasiruddin al-Albani rahimahullah juga menyebutkan sebuah hadits tentang keutamaan memotong kuku pada hari Jumat di dalam kitab hadits beliau, Silsilah al-Ahadits adh–Dho’ifah wa al-Maudhu’ah, yaitu sbgmna berikut:

ุญุฏูŠุซ : ู…ู† ู‚ู„ู… ุฃุธุงููŠุฑู‡ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู‚ุจู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ، ุฃุฎุฑุฌ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ ูƒู„ ุฏุงุก ، ูˆุฃุฏุฎู„ ู…ูƒุงู†ู‡ ุงู„ุดูุงุก ูˆุงู„ุฑุญู…ุฉ

Artinya: “Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Jumat sebelum menunaikan sholat (Jumat, pent), niscaya Allah akan mengeluarkan daripadanya penyakit dan menggantikan tempat penyakit itu dengan penyembuhan dan rahmat.”

Derajat Hadits ini dinyatakan oleh syaikh al-Albani rahimahullah sebagai hadits yang Sangat Lemah (Dho’if Jiddan). (Lihat Silsilah al-Ahadits adh-Dho’ifah, V/36 nomor hadits: 2021).

(*) Dari keterangan para ulama hadits ini, kita dapat mengetahui n memahami bahwa yg PALSU di sini adalah tentang Keutamaan memotong kuku pd hari-hari tersebut di atas. Adapun hukum memotong kuku itu sendiri adalah sangat disunnahkan dlm agama Islam.

Demikian penjelasan singkat ttg derajat hadits tentang Keutamaan Memotong Kuku pada hari Jumat dan hari-hari lainnya. Smg dapat dipahami n menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

 (Klaten, 30 November 2012.).

Ancaman Pembela Pemimpin Zhalim

 _*ONE  DAY  ONE  HADITS*_

Ahad, 20 Desember 2020 / 6 Jumadil Awwal 1442

*Ancaman Pembela Pemimpin Zhalim*

ุนู† ุนุจุฏุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„َّู‡ ุนู†ู‡ู…ุงู‚ุงู„، ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ :

ุฅِู†َّู‡ُ ุณَูŠَูƒُูˆู†ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุจَุนْุฏِูŠ ุฃُู…َุฑَุงุกٌ ูَู…َู†ْ ุฏَุฎَู„َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูَุตَุฏَّู‚َู‡ُู…ْ ุจِูƒَุฐِุจِู‡ู…ْ ูˆَุฃَุนَุงู†َู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุธُู„ْู…ِู‡ู…ْ ، ูَู„َูŠْุณُ ู…ِู†ِّูŠ ูˆَู„َุณْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ ، ูˆَู„َูŠْุณَ ุจِูˆَุงุฑِุฏٍ ุนَู„َูŠَّ ุญَูˆْุถِูŠ ، ูˆَู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠُุตَุฏِّู‚ْู‡ُู…ْ ุจِูƒَุฐِุจِู‡ู…ْ ูˆَู„َู…ْ ูŠُุนِู†ْู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุธُู„ْู…ِู‡ِู…ْ ، ูَู‡ُูˆَ ู…ِู†ِّูŠ ูˆَุฃَู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَุณَูŠَุฑِุฏُ ุนَู„َูŠَّ ุงู„ْุญَูˆْุถَ

Dari Abdullah bin Umar semoga Allah meridhoi keduanya berkata, bersabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

“Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

*Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:*

1- Mengatur kemaslahatan umat merupakan tanggung jawab terbesar seorang pemimpin. Kemakmuran atau kesengsaraan suatu masyarakat sangat tergantung pada peran yang ia mainkan. 

2- Ketika seorang pemimpin berlaku adil sesuai dengan petunjuk Syariat Islam maka masyarakat pun akan sejahtera. Demikian sebaliknya, ketika pemimpin tersebut berlaku zalim dan tidak jujur dalam menjalankan amanahnya maka rakyat pun akan berujung pada kesengsaraan.

3- Oleh karena itu, pada hari kiamat kelak, pemimpin yang adil akan dijanjikan dengan berbagai macam keutamaan oleh Allah ta’ala. Sementara pemimpin zalim dan tidak jujur dalam menjalankan amanahnya akan diancam dengan berbagai macam ancaman.

4- Pemimpin tersebut tetap pada prinsipnya yang menzalimi rakyat, maka Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk menjauhi pemimpin tersebut serta jangan sampai mendekatinya, apalagi membenarkan tindakan zhalim yang mereka lakukan. 

5- Ketika seseorang tetap mendekati pemimpin zhalim tersebut dan membenarkan apa yang dilakukannya maka ia akan terancam keluar dari lingkaran golongan umat Nabi SAW dan ia tidak akan mendatangi telaganya nanti di hari kiamat.

*Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

Di tengah-tengah suatu komunitas manusia harus ada yang menjadi penguasa. Jika Allah tidak membiarkan orang-orang yang zalim tanpa pemimpin meski juga sesama orang yang zalim maka tentu Allah tidak akan membiarkan orang-orang shalih tanpa pemimpin yang mendorong rakyatnya agar semakin shaleh.

ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ู†ُูˆَู„ِّูŠ ุจَุนْุถَ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ ุจَุนْุถًุง ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูƒْุณِุจُูˆู†

“Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang yang zalim sebagai pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan amal yang mereka lakukan.” (Qs Al An’am: 129)Lr...

9 Hal yang Diharamkan Terkait Perempuan

Semoga Bermanfaat

Label :

Update kajian Islam, Kajian Sunnah, Sunnah, Info Islam, Info Islam Terbaru, Update Kajian Sunnah,Kajian Islam, Konsultasi Syariah, Ahlus Sunnah Tips Islam, Cahaya Islam, salaf, ghurroba, Ittiba,Fiqih Asmaul Husna Al Wahab

Silahkan Share Untuk Memperoleh Pahala Jariyah, Insya Allah

https://griyakajiansunnah.blogspot.com