Monday, July 4, 2022

PENENTANGAN TERHADAP AGAMA PASTI MENEMUI KEGAGALAN || QS. AL-MUKMIN : 1-85

Ayat 1-85

Orang-orang mukmin janganlah terpedaya oleh kemakmuran orang-orang musyrikin Ayat 1-6

1 Ha Mim2 Diturunkan Kitab ini (al-Qur'an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, 3 Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya, Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya lah kembali (semua makhluk). 4 Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. 5 Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu, karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? 6 Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.

Para malaikat bertasbih kepada Allah SWT dan mendoakan orang-orang mukmin Ayat 7-9

7 (Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, 8 ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, 9 dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar."

Keinginan orang-orang kafir hendak keluar dari neraka Ayat 10-12

10 Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat), "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir" 11 Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" 12 Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Kewajiban menunaikan ibadat kepada Allah SWT Ayat 13-20

13 Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan) -Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). 14 Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). 15 (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat), 16 (yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur), tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman), "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. 17 Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. 18 Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang lalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. 19 Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. 20 Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari kisah Musa AS Ayat 21-55

21 Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah. 22 Yang demikian itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir, maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya. 23 Dan Sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, 24 kepada Fir'aun, Haman dan Qarun, maka mereka berkata, " (Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta." 25 Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka." Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka). 26 Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya), "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi." 27 Dan Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab." 28 Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, "Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu, dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu." Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. 29 (Musa berkata), "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir'aun berkata, "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik, dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar." 30 Dan orang yang beriman itu berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. 31 (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, Ad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kelaliman terhadap hamba-hamba-Nya. 32 Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil, 33 (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pun yang akan memberi petunjuk. 34 Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang (rasul pun) sesudahnya." Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. 35 (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. 36 Dan berkatalah Fir'aun, "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, 37 (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta." Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar), dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. 38 Orang yang beriman itu berkata, "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. 39 Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. 40 Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab. 41 Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka? 42 (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun? 43 Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apa pun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka. 44 Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." 45 Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. 46 Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras." 47 Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?" 48 Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)." 49 Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." 50 Penjaga Jahanam berkata, "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab, "Benar, sudah datang." Penjaga-penjaga Jahanam berkata, "Berdoalah kamu." Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. 51 Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), 52 (yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang lalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. 53 Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa, dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Isra'il, 54 untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir. 55 Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

Pengingkaran terhadap kekuasaan Allah SWT hanyalah karena kesombongan semata Ayat 56-59

56 Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 57 Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. 58 Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. 59 Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.

Allah SWT akan memperkenankan doa hamba-Nya Ayat 60

60 Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Kekuasaan Allah SWT yang tercermin pada alam semesta Ayat 61-68

61 Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya, dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. 62 Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan? 63 Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah. 64 Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. 65 Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. 66 Katakanlah (ya Muhammad), "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku, dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. 67 Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). 68 Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.

Nasib orang yang menentang ayat-ayat Allah SWT dan rasul-Nya Ayat 69-77

69 Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? 70 (Yaitu) orang-orang yang mendustakan al-Kitab (al-Qur'an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, 71 ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, 72 ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api, 73 kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan 74 (yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu." Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. 75 Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). 76 (Dikatakan kepada mereka), "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong." 77 Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka atau pun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.

Rasul ada yang disebutkan kisahnya dalam Al-Qur-an dan ada yang tidak disebutkan Ayat 78

78 Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah, maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.

Pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa yang terjadi pada umat-umat yang dahulu Ayat 79-83

79 Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan. 80 Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera. 81 Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya), maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari? 82 Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. 83 Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.

Iman di waktu azab telah datang tidak berguna lagi Ayat 84-85

84 Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. 85 Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.


https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur%27an/Al-Mu%27min

Keutamaan Berpegang Teguh Kepada Sunnah


Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.

Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Program Besar Dakwah Salafiyah


Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.

Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN


Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”(HR. Muslim no. 1893)

Fawaid hadits:

1. Keutamaan dakwah di jalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat

2. Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya

3. Amal yang bisa dirasakan oleh orang lain lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri

4. Hadits ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladaninya.

5. Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di akhirat

6. Dianjurkan seseorang untuk meminta kepada Allah agar menjadi teladan dalam kebaikan.

Wallahua’lam

Lihat: Syarah Bulughul Maram, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syastry hafizhahullah

Penulis: Ustadz Didik Suyadi, M.Pd حفظه الله

Sumber: https://muslim.or.id/27176-keutamaan-menunjukkan-kebaikan-kepada-orang-lain.html

Semoga bermanfaat, Allahu Yubarik Fiikum

IslamAdalahSunnah

Dua Bahaya Menyelisihi Rasul

 

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.


Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

BEDA BID'AH HASANAH DAN BID'AH SAYYI'AH


https://t.me/menebar_cahayasunnah

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Kita ketahui bersama dalam tulisan-tulisan yang telah lewat di web ini bahwa bid’ah adalah setiap amalan ibadah (bukan perkara duniawi) yang dibuat-buat dan tidak memiliki landasan dalil. Sebagian orang bingung menilai manakah bid’ah hasanah (bid’ah yang dianggap baik) dan bid’ah sayyi’ah (bid’ah yang dianggap jelek). Kadang yang sebenarnya bid’ah sayyi’ah namun sayangnya- dianggap sebagai hasanah (kebaikan). Para ulama membantu untuk membedakan kedua jenis bid’ah ini bagi yang masih mengkategorikan bid’ah menjadi dua maca seperti itu.

BEDA BID'AH HASANAH DAN SAYYI'AH

Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

Setiap bid’ah bukan wajib dan bukan sunnah, maka ia termasuk bid’ah sayyi’ah. Bid’ah termasuk bid’ah dholalah (yang menyesatkan) menurut sepakat para ulama. Siapa yang menyatakan bahwa sebagian bid’ah dengan bid’ah hasanah, maka itu jika telah ada dalil syar’i yang mendukungnya yang menyatakan bahwa amalan tersebut sunnah (dianjurkan). Jika bukan wajib dan bukan pula sunnah (anjuran), maka tidak ada seorang ulama pun mengatakan amalan tersebut sebagai hasanah (kebaikan) yang mendekatkan diri kepada Allah.

Barangsiapa mendekatkan diri pada Allah dengan  sesuatu yang bukan kebaikan yang diperintahkan wajib atau sunnah, maka ia sesat, menjadi pengikut setan dan mengikuti jalannya. ‘Abdullah bin Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu– berkata,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا وَخَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ : هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ وَهَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إلَيْهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan pada kami jalan yang lurus, lalu di samping kanan kirinya terdapat jalan. Lalu beliau mengatakan mengenai jalan yang lurus adalah jalan Allah dan cabang-cabangnya terdapat setan yang menyeru kepadanya. Lalu beliau membaca firman Allah Ta’ala,

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya” (QS. Al An’am: 153) (Majmu’ Al Fatawa, 1: 162).

NYATANYA KURANG TEPAT

Yang jelas pembagian bid’ah menjadi hasanah dan sayyi’ah kurang tepat karena akan menimbulkan kerancuan. Kok bisa ada bid’ah yang baik, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri mengatakan,

وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Setiap bid’ah adalah sesat” (HR. Muslim no. 867). Hadits semisal ini dalam bahasa Arab dikenal dengan lafazh umum, artinya mencakup semua bid’ah, yaitu amalan yang tanpa tuntunan atau tanpa dasar.

Untuk membaca selengkapnya klik link dibawa ini

 https://rumaysho.com/2387-beda-bidah-hasanah-dan-bidah-sayyiah.html


20 KEUTAMAAN PADA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH


(1). Amal-amal shalih pada hari itu lebih dicintai oleh Allah Ta'ala

ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﻦ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ . ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻗﺎﻝ : ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ

"Tidak ada hari-hari dimana amal shalih di saat itu akan lebih dicintai oleh Allah dari pada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (pertama) dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : "Wahai Rasulullah, tidak juga berjihad fii sabilillah ?" Beliau menjawab : "Tidak juga berjihad fii sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu apapun (yaitu mati syahid)" (HR. Bukhari no. 969, hadits dari Ibnu Abbas)

(2). Dilipatgandakan pahala amal-amal shalih seperti shalat, bersedekah, baca al-Qur'an, berpuasa, berdzikir dll

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit & bumi, (dan) di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yg empat itu" (QS. At-Taubah [9]: 36)

Ibnu ’Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :

"Allah mengkhususkannya pada 4 bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan mulia, melakukan maksiat pada bulan itu dosanya akan lebih besar dan amal-amal shalih yang dilakukan (di bulan itu) akan menuai pahala yang lebih banyak" (Lathaa-iful Ma’aarif hal 207)

(3). Berpuasa sunnah selama 9 hari dari tanggal 1 s/d 9 Dzulhijjah

Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari beberapa istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 

biasa berpuasa pada 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram) dan berpuasa tiga hari setiap bulannya (di tgl 13, 14 dan 15 pada bulan Islam)…" (HR. Abu Dawud no. 2437, dan an-Nasaa'i no. 2372 & 2417, Ahmad no. 2269 dan juga al-Baihaqi IV/284, Shahiih Sunan Abi Dawud no. 2106)

Sahabat Nabi ﷺ yang mempraktekkan puasa sunnah selama 9 hari awal bulan Dzulhijjah adalah Abdullah bin Umar. Di antara ulamanya tabi'in seperti al-Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin serta Qotaadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut, & inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama" (lihat Kitab Lathaa-iful Ma’aarif hal 461)

(4). Disyariatkan puasa Arafah tgl 9

"Puasa di hari Arafah karena mengharap‎ ‎pahala dari Allah dapat melebur dosa2 setahun sebelumnya & sesudahnya" (HR. Muslim no. 1162, hadits Abu Qotadah)

(5). Allah Ta'ala telah bersumpah dgn menyebutkan keutamaan hari-hari itu

Allah Ta’ala berfirman : "Demi malam yang sepuluh" (QS. Al-Fajr [89]: 2)

(6). Terdapat sebaik-baik hari di dunia, yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah (HR. Al-Bazzar, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 1133, hadits dari Jabir)

(7). Allah Ta'ala telah menamakan bulan Dzulhijjah dengan asyhurun ma'luumaat (beberapa bulan yang telah dimaklumi/diketahui), dimana jamaah haji itu mulai menyiapkan bekal dan juga melakukan perjalanan haji, yaitu di bulan Syawwal, Dzulqo'dah dan Dzulhijjah

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ 

"(Musim) haji itu beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yg menetapkan niat dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka dia tidak boleh rafats, berbuat fasik & juga berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji..." (QS. 2 : 197)

(8). Allah Ta'ala menamakan awal bulan Dzulhijjah dengan sebutan al-ayyaamul ma'luumaat (hari yang telah ditentukan) untuk memperbanyak dzikir

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

"Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka & supaya mereka menyebut nama Allah pada hari2 yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka itu berupa hewan ternak..." (QS. Al-Hajj [22]: 28)

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan juga Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma keluar ke pasar pada 10 hari itu dan mengumandangkan takbir, lantas orang-orang pun mengikuti takbirnya (untuk mengingatkan manusia agar masing2 berdzikir, tetapi bukannya dengan cara ber-sama2 dengan 1 suara)

Dan dianjurkan juga untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dll

(9). Bulan Dzulhijjah termasuk bagian dari bulan-bulan yg haram (mulia) yaitu Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Muharram serta Rajab, dimana kaum muslimin dilarang memulai peperangan

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit & bumi, (dan) di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yg empat itu" (QS. At-Taubah [9]: 36)

(10). Pelaksanaan ibadah haji & umrah

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

".....Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, (bagi) seorang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (Dia tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam" (QS. 3 : 97)

(11). 'Iedul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, shalat dan mendengarkan khutbahnya

(12). Turun ayat tentang kesempurnaan agama Islam (HR. Bukhari no. 45, hadits dari Umar bin al-Khaththab)

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

".....Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, & juga telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu..." (QS. Al-Maidah [5]: 3) 

(13). Yang berqurban tidak memotong kuku, rambut serta kulit dari tanggal 1 sampai hewan qurbannya disembelih tanggal 10, atau pada hari-hari tasyriq yaitu tgl 11, 12 dan 13 Dzulhijjah

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ

"Apabila kamu telah melihat hilal (yaitu awal bulan) Dzulhijjah dan salah seorang diantara kamu hendak berqurban, maka janganlah sekali-kali kamu memotong rambutnya dan jangan pula memotong kukunya sampai hewan qurban tersebut disembelih" (HR. Muslim no. 1977 (41 & 42), hadits dari Ummu Salamah)

(14). Terdapat sebaik-baik do'a (yang cepat dikabulkan), yaitu di hari Arafah (HR. Malik, Shahiihul Jaami' no. 1102, hadits dari Tholhah)

(15). Banyak yg dibebaskan Allah Ta'ala dari Neraka-Nya, yaitu pada hari Arafah (HR. Muslim no. 1348, Shahiihul Jaami' no. 5796, hadits dari Aisyah)

(16). Hari yang disaksikan, hari Arafah

"Hari yang dijanjikan adalah hari Kiamat, hari yang menjadi saksi adalah pada hari Jum'at dan hari yang disaksikan adalah hari Arafah..." (HR. Ath-Thabraani, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 8200, hadits dari Abu Malik Al-Asy'ari)

(17). Allah Ta'ala turun ke langit dunia, yaitu pada hari Arafah (utk memberikan ampunan & rahmat) (HR. Ath-Thabrani, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 1360, hadits dari Ibnu Umar)

(18). Allah Ta'ala membanggakan orang yang sedang wuquf di Arafah

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

"Tidak ada satu hari di mana Allah lebih byk membebaskan seorang hamba dari Neraka melebihi hari Arafah. Sungguh Allah itu mendekat, kemudian Allah pun membanggakan mereka itu di hadapan para Malaikat. Allah pun berfirman : "Apa yang mereka inginkan ?" (HR. Muslim no. 3354, hadits dari Aisyah)

(19). Ada penyembelihan hewan ternak sebagai qurban untuk mendekatkan diri kepada Allah Tabaaraka wa Ta'ala

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

"Dan bagi tiap-tiap umat itu telah Kami syariatkan penyembelihan (untuk hewan qurban), supaya mereka itu menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yg telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kalian kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)" (QS. Al-Hajj [22]: 34)

(20). Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang penuh dengan keutamaannya, kelebihan & keistimewaan, maka insya Allah akan lebih besar peluang diterimanya taubat, ampunan dan rahmat dari Allah Ta'ala

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya

Mantan Pendeta Berbicara Tentang Nabi Isa

 

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.


Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Sunday, July 3, 2022

Telah Tiba Masa Memutar Balikkan Fakta

 

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.


Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Bukti Kebenaran Al Qur'an

 

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.


Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Menyembelih Qurban sebelum Shalat, Wajib Ganti?

By Ammi Nur Baits

Menyembelih Qurban sebelum Shalat

Jika ada orang yang menyembelih qurban sebelum dia melaksanakan shalat id, apakah qurbannya harus diganti?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Diantara syarat sah qurban adalah syarat yang berkaitan dengan waktu. Bahwa menyembelih qurban harus dilakukan setelah shalat id. Orang yang menyembelih hewan qurbannya sebelum shalat id, maka qurbannya tidak sah meskipun dagingnya halal dimakan.

Dari al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya,

مَنْ صَلَّى صَلاَتَنَا وَنَسَكَ نُسُكَنَا فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ ، وَمَنْ نَسَكَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ قَبْلَ الصَّلاَةِ ، وَلاَ نُسُكَ لَهُ

Siapa yang melaksanakan shalat id dan berqurban sesuai aturan kami, maka dia telah mengamalkan qurban yang benar. Dan siapa yang menyembelih qurban sebelum shalat, maka sembelihannya sebelum shalat, dan dia tidak dianggap melaksanakan qurban. (HR. Bukhari 912).

Ketika itu, sahabat Abu Burdah bin Niyar – pamannya al-Barra’ bin Azib –, telah menyembelih hewan qurbannya sebelum berangkat shalat id, dengan harapan bisa segera sarapan dengan daging qurban. Mendengar ceramah di atas, beliau melaporkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasulullah, saya menyembelih kambingku sebelum shalat. Karena saya tahu ini hari makan dan minum. Saya ingin agar kambingku pertama kali disembelih di rumahku. Sayapun menyembelih kambingku, dan saya sarapan dengannnya sebelum berangkat shalat.

Apa jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Beliau mengatakan,

شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ

“Kambingmu hanya kambing daging.” (HR. Bukhari 912)

Artinya, tidak dinilai sebagai qurban, meskipun halal dimakan karena cara menyembelihnya benar.

*Apakah wajib diulangi?*

Imam Bukhari mmengatakan dalam kitab shahihnya,

باب مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ أَعَادَ

Bab, Siapa yang Menyembelih Sebelum Shalat, maka Dia harus mengulang qurbannya. (Shahih Bukhari, Bab al-Adhahi, Sub-bab ke-12).

Selanjutnya, beliau membawakan beberapa dalil,

Diantaranya hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya,

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَلْيُعِدْ

“Barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum shalat id, maka hendaknya dia ulangi (qurbannya).” (HR. Bukhari 954)

Kemudian, hadis dari Jundab bin Sufyan al-Bajali Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dalam shalat id,

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُعِدْ مَكَانَهَا أُخْرَى ، وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ

Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, dia harus mengganti hewan qurbannya dengan yang lain. Dan siapa yang belum menyembelih qurban, hendaknya dia menyembelih. (HR. Ahmad 19311, dan Bukhari 5562)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

https://konsultasisyariah.com/23564-menyembelih-qurban-sebelum-shalat-wajib-ganti.html



Buntut Penghinaan Oleh Holywings

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.

Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Dua Cara Mandi Junub Yang Sah

 

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.


Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

ROMANTISNYA RASULULLAH

https://t.me/menebar_cahayasunnah

🎙 *Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc. M.A* *حفظه الله تعالى*           

*Ummul-Mu`minin Ummu Salamah radhiyallahu 'anhuma menceritakan, suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terjaga. Di antara yang beliau ucapkan: “Siapakah yang sudi membangungkan wanita-wanita pemilik kamar-kamar ini? Berapa banyak orang berpakaian di dunia ini, ia telanjang pada hari Kiamat kelak”. (HR. Bukhari dan at-Tirmidzi).*

Supaya seluruh anggota keluarga menikmati keutamaan shalat malam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan anak-anak beliau. ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu meriwayatkan

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ طَرَقَهُ وَفَاطِمَةَ بِنْتَ النَّبِيِّ عَلَيْهِ السَّلَام لَيْلَةً فَقَالَ أَلَا تُصَلِّيَانِ …الحديث

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi dirinya dan Fathimah, putri Nabi, pada suatu malam, seraya berkata: “Tidakkah kalian berdua mengerjakan shalat (malam) … “. (HR. Bukhari dan Muslim). .

Jazakallah khairan
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Dengan Ilmu Syar'i Kita Tegakan Tauhid & Sebarkan Sunnah diatas Manhaj Salaf
*Share, yuk! !..*

HUKUM KELUARGA BERENCANA (KB)


https://t.me/menebar_cahayasunnah

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

*Pertanyaan :*

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Baz ditanya : Apa hukum KB ?

Jawaban :

Ini adalah permasalahan yang muncul sekarang, dan banyak pertanyaan muncul berkaitan dengan hal ini. 

Permasalahan ini telah dipelajari oleh Haiah Kibaril Ulama (Lembaga di Saudi Arabia yang beranggotakan para ulama) di dalam sebuah pertemuan yang telah lewat dan telah ditetapkan keputusan yang ringkasnya adalah tidak boleh mengkonsumsi pil-pil untuk mencegah kehamilan.

Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab untuk mendapatkan keuturunan dan memperbanyak jumlah umat. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَزَوَّجُوا الْوَلُودَ الْوَدُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلاُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وفي رواية: الاَنْبِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 

“Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kiamat dalam riwayat yang lain : dengan para nabi di hari kiamat)”. [1] 

Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak, sehingga mereka beribadah kepada Allah, berjihad di jalan-Nya, melindungi kaum muslimin -dengan ijin Allah-, dan Allah akan menjaga mereka dan tipu daya musuh-musuh mereka. 

Maka wajib untuk meninggalkan perkara ini (membatasi kelahiran), tidak membolehkannya dan tidak menggunakannya kecuali darurat.

Jika dalam keadaan darurat maka tidak mengapa, seperti : Sang istri tertimpa penyakit di dalam rahimnya, atau anggota badan yang lain, sehingga berbahaya jika hamil, maka tidak mengapa (menggunakan pil-pil tersebut) untuk keperluan ini. 

Demikian juga, jika sudah memiliki anak banyak, sedangkan isteri keberatan jika hamil lagi, maka tidak terlarang mengkonsumsi pil-pil tersebut dalam waktu tertentu, seperti setahun atau dua tahun dalam masa menyusui, sehingga ia merasa ringan untuk kembali hamil, sehingga ia bisa mendidik dengan selayaknya. 

Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh”. 

(Fatawa Mar’ah, dikumpulkan oleh Muhammad Al-Musnad, Darul Wathan, cetakan pertama 1412H) 

Pertanyaan :

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : “Ada seorang wanita berusia kurang lebih 29 tahun, telah memiliki 10 orang anak. Ketika ia telah melahirkan anak terakhir ia harus melakukan operasi dan ia meminta ijin kepada suaminya sebelum operasi untuk melaksanakan tubektomi (mengikat rahim) supaya tidak bisa melahirkan lagi, 

Dan disamping itu juga disebabkan masalah kesehatan, yaitu jika ia memakai pil-pil pencegah kehamilan akan berpengaruh terhadap kesehatannya. Dan suaminya telah mengijinkan untuk melakukan operasi tersebut. maka apakah si istri dan suami mendapatkan dosa karena hal itu ?” 

Jawaban :

Tidak mengapa ia melakukan operasi/pembedahan jika para dokter (terpercaya) menyatakan bahwa jika melahirkan lagi bisa membahayakannya, setelah mendapatkan ijin dari suaminya.

(Fatawa Mar’ah Muslimah Juz 2 hal. 978, Maktabah Aadh-Waus Salaf, cet ke 2) [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun V/2001M.  

Footnote

[1] Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Daud 1/320, Nasa’i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162 (lihat takhrijnya dalam Al-Insyirah hal.29 Adazbuz Zifaf hal 60) ; Baihaqi 781, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 3/61-62

Referensi: https://almanhaj.or.id/127-hukum-keluarga-berencana-kb.html


Merampas Harta Orang Lain


Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Rumaysho.Com kembali melanjutkan kaedah fikih yaitu tentang masalah harta. Kaedahnya, harta orang lain haram untuk diambil sampai adanya dalil yang menunjukkan halalnya. Kaedah ini pun mengajarkan haramnya tindak pencurian dan perampasan.

Syaikh As Sa’di melanjutkan dalam bait syairnya,

الأصل في الأبضاع واللحوم والنفس للمعصوم

>تحريمها حتى يجيء الحل فافهم هداك الله ما يحل

Hukum asal hubungan biologis dan daging, begitu pula darah dan harta orang yang terjaga

adalah haram sampai datang dalil yang menunjukkan halalnya, maka pahamilah apa yang telah didiktekan

Ini berarti hukum asal harta adalah haram. Ini menunjukkan haram bagi kita mengambil harta orang lain.

Banyak dalil yang mendukung kaedah ini, di antaranya ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.” (QS. An Nisa': 29). Ayat ini menunjukkan tidak bolehnya merampas harta orang lain kecuali dengan jalan suka sama suka atau saling ridho.

Begitu pula dalam ayat lain disebutkan,

وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al Baqarah: 190). Pencurian dan perampasan tentu saja termasuk tindakan melampaui batas.

Dalam ayat lain juga disebutkan,

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah: 188).

Dalam hadits ketika berhaji wada’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ

“Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian itu haram bagi kalian.” (HR. Bukhari no. 1739 dan Muslim no. 1679)

Dalam hadits lainnya disebutkan,

لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ إِلاَّ بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

“Tidak halal harta seseorang kecuali dengan ridho pemiliknya” (HR. Ahmad 5: 72. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits tersebut shahih lighoirihi).

Sedangkan yang dimaksud dengan ‘harta yang terjaga’, berarti keluar dari kaedah ini adalah harta dari kafir harbi (yaitu kafir yang diperangi kaum muslimin).

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

@ Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul, 2 Jumadats Tsaniyah 1435 H

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Pertanyaan pertanyaan penting seputar Idul Adha

Kajian ummahat Nisaa us Sunnah Sidoarjo, 2 Dzulhijjah 1443 H (diktat materi).

Hukum qurban bagi orang mati.

Qurban hukumnya wajib bagi orang hidup yang memiliki kemampuan.

Lalu bagaimana hukum seorang yang meniatkan untuk meng Qurban kan orang yang telah mati.

Jumhur ulama membolehkan, namun ulama malikiyah menganggap hal itu makruh, juga kami belum mengetahui contoh nya dari salaf perbuatan itu.

Di sebutkan imam Nawawi rahimahullah dalam Minhaju Thalibin hal 321.

و لا تضحية عن الغير بغير اذنه و لا عن ميت إن لم يوص بها.

Tidak boleh berqurban atas diri orang lain yang masih hidup tanpa ada omongan/ izin nya, demikian juga tidak ada qurban bagi mayit kecuali bila ada wasiat darinya.

Maka qurban untuk orang mati tidak keluar dari beberapa hal, bagi ulama yang membolehkan,

Adanya wasiat sebelum mati.

Di gabungkan dengan niat qurban keluarga yang masih hidup, seperti anak, suami dan istri.

Secara umum, ibadah seorang anak, sampai secara otomatis pahalanya kepada orang tua, baik hidup maupun mati, tanpa harus di niatkan.

Bukan ibadah yang berdiri sendiri baik kewajiban atau kebolehan nya.

Dan kami menyimpulkan, bahwasanya yang rajih, tidak ada syari'at terkait qurban untuk orang mati secara khusus, karena mereka telah terputus amal nya. 

Dan dasar ulama yang membolehkan, sekedar boleh, dengan mengunakan dalil dalil sandaran saja.

Seputar larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang berqurban.

Ada larangan dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam,

من كان له ذبح يذبحه فإذا أهل خلال ذي الحجة فلا ياخذن من شعره و لا من اظفاره شيئا حتى يضحى.

Barang siapa yang telah memiliki hewan qurban (niat Qurban) yang akan di Qurban kan, maka bila telah terlihat hilal Dzulhijjah maka jangan ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.

Hr muslim.

Hukum memotong kuku dan rambut adalah makruh bila seorang telah niat berqurban, bukan haram.

Hal ini tidak mengurangi keabsahan wajibnya Qurban, bila seorang berniat Qurban sedangkan niat itu baru muncul setelah masuknya Dzulhijjah sedangkan ia telah memotong kuku dan rambut nya.

Faidah dari larangan ini, agar bertambah banyak anggota tubuh yang mendapatkan pahala dan terbebas dari api neraka.

Dan hadits ini berlaku umum (orang yang berniat dan di niatkan qurban).

Puasa Arafah dan idul Adha mengikuti Saudi atau pemerintah?

Kita bersedih dengan tidak bersatunya kaum muslimin, sampai dalam hal besar seperti puasa, Idul Fitri dan idul Adha juga puasa Arafah.

Maka hendaknya kita kembali kepada tuntutan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan di sini di uji manhaj beragama kita.

Terkait ibadah jama'i, maka persatuan di kedepankan daripada fikiran sepihak dan perasaan.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,

الصوم يوم تصومون ، و الفطر يوم تفطرون ، و الأضحى يوم تضحون.

Hari Puasa kalian adalah di mana seluruh kaum muslimin berpuasa, hari raya Iedul Fitri kalian adalah hari raya kaum muslimin berhari raya, dan hari berqurban kalian adalah hari di mana kaum muslimin berqurban semua.

Hadits shahih, riwayat Tirmidzi. Lihat shahih jamius Shaghir 3869.

Benar ada perselisihan ulama dalam masalah ini.

Maka kembalilah kepada keputusan hakim yakni pemerintah.

حكم الحاكم يرفع الخلاف.

Keputusan hakim menyelesaikan perselisihan.

Jumhur ulama, mengembalikan permasalahan matla' kepada pemerintah masing masing, di kecualikan jama'ah Haji, maka mengikuti keputusan Saudi.

Sedangkan setiap orang di negerinya, termasuk Indonesia hendaknya mengembangkan kepada keputusan pemerintah nya, ini lebih adil dan melapangkan dada.

Apakah panitia itu orang upahan atau wakil.

Seluruh bagian qurban adalah untuk sedekah, bukan transaksi jual beli atau upah untuk jagal, murni untuk Allah dan di berikan kepada kaum muslimin sebagai hadiah dan sedekah.

Maka di sini muncul, terkait dengan adanya kepanitiaan.

Apakah panitia adalah wakil peng Qurban atau orang upahan.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam memerintahkan Ali bin Abi Thalib menyelesaikan qurban beliau,

 امره أن يقوم على بدنه ، و أن يقسم بدنه كلها ، لحومها ، و جلودها ، و جلالها في المساكين. و لا يعطى جزارتها شيئا .

Beliau memerintahkan untuk mengurus unta unta hadyu, beliau memerintahkan untuk membagi semua bagian qurban itu dari daging, kulit, dan jilal (tempat duduk di atas unta/ perhiasannya) seluruh nya untuk sedekah kepada orang orang miskin, dan tidak memberikan bagian ke tukang jagal sedikitpun sebagai upah.

Hr Bukhari.

Secara khusus orang yang di tugasi menjadi jagal, ia menerima upah, bukan daging sebagai barter untuk tugas menjagal hewan.

Sedangkan bila setelah di upah, boleh saja ia di berikan sebagai hadiah atau sedekah, terlebih bila ia berhak sebagai orang miskin.

Sedangkan panitia, panitia memiliki tugas yang lebih kompleks, maka hendaklah kita lihat aqad awal, apakah panitia adalah orang upahan, yang konsekuensinya seperti tukang jagal, atau panitia adalah wakil peng Qurban, bila aqadnya wakil, mereka mendapatkan hak sebagaimana yang di wakili (mendapatkan bagian dari daging qurban).

Pembagian qurban apa harus sepertiga

Syar'iat memerintahkan untuk membagi Qurban untuk yang berqurban, di sedekahkan dan di hadiahkan.

Tidak ada pembahasan khusus terkait persentase pembagian, hal itu di serahkan kepada pihak yang berqurban secara mutlak, berapa ia makan, berapa ia sedekahkan dan berapa ia simpan dan hadiahkan.

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,

فكلوا ما بدا لكم  و اطعموا و ادخروا.

Maka makanlah dari hasil qurban itu, berikan untuk makan orang lain (sedekah), dan simpanlah.

Hr Tirmidzi.

Hadits ini tidak menunjukkan secara jelas berapa bagian, namun lebih pada di kembalikan kepada kemauan yang berqurban.

Muncul tambahan pertanyaan yang ke enam, terkait Qurban saat idul Adha berbeda waktu.

Apakah pada kasus idul Adha yang berbeda, kemudian qurban di qurbankan (contoh di titipkan di satu yayasan yang menyikapi Ied berbeda dengan pemerintah), sementara ia (yang qurban) meyakini bahwasanya idul Adha baru esoknya, yang otomatis ia belum shalat Ied.

Jawab:

Qurban tidak sah, sebelum waktunya, yakni setelah seorang melakukan shalat Ied.

Sebagaimana di sebutkan muslim,

لا يذبحن أحد قبل أن تصلي.

Jangan salah seorang di antara kalian berqurban sebelum ia shalat Ied.

Hr Muslim.

Berdasarkan hadits ini, dan riwayat lain, maka Qurban yang di lakukan sebelum seorang shalat Ied, tidak sah.

Solusi:

ia mundur dari qurban yang ia tidak di sembelih sebelum penqurban shalat Ied, karena perbedaan menyikapi hari raya.

qurban di tunda, sampai hari yang di sepakati dan seluruh yang qurban telah shalat Ied, contoh di hari tasyrik, bila ada di antara mereka yang berserikat, dan tidak bersatu dalam menyikapi Idul Adha.

qurban sendiri dan di lakukan sendiri, sehingga ia yakin bahwa qurban nya di lakukan setelah shalat Ied.

Semoga bisa di fahami.

Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb nya.

Abu abd Rahman bin Muhammad Suud al Atsary.

Bahaya Beribadah Dengan Alasan ini Kan Yang Penting Baik???

 

Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.


Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

KAFE TEAL and YELLOW Widarapayung - Cilacap


Salam
Maaf Penyebutan kata Kafe yang Benar Teal and Yellow
Semakin lama pantai widarapayung semakin menarik, disebelah barat ada 2 kafe yaitu kafe Teal and Yellow dan Kafe Nyante yang bersebelahan dengan kafe Teal and Yellow, kemudian disebelah timur juga terdapat 2 kafe baru, makin menarik dan menawan serta asik dimalam hari. Silahkan dicoba di kabupaten cilacap tepatnya di kec. Binangun.

GAMBARAN TENTANG KEKUASAAN ALLAH SWT DI HARI KIAMAT || QS.AZ-ZUMAR : 64-75

Ayat 64-75

Peringatan supaya menjauhi kemusyrikan Ayat 64-66

64 Katakanlah, "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?" 65 Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. 66 Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur."

Beberapa peristiwa yang terjadi pada hari kiamat Ayat 67-75

67 Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. 68 Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). 69 Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. 70 Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. 71 Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab, "Benar (telah datang)." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. 72 Dikatakan (kepada mereka), "Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya." Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. 73 Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya." 74 Dan mereka mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki." Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. 75 Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."


https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur%27an/Az-Zumar

LARANGAN BERPUTUS ASA TERHADAP RAHMAT ALLAH || QS. AZ-ZUMAR : 53-63

Ayat 53-63

Perintah segera bertaubat sebelum datangnya azab Ayat 53-59

53 Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 54 Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). 55 Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, 56 supaya jangan ada orang yang mengatakan, "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). 57 atau supaya jangan ada yang berkata, "Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa." 58 Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, "Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik." 59 (Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir."

Perbedaan keadaan orang yang bertakwa dengan orang yang mendustakan hari kiamat Ayat 60-63

60 Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? 61 Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. 62 Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. 63 Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.


https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur%27an/Az-Zumar

TAFSIR SURAT AL MUJADILAH AYAT 14-15