Monday, December 13, 2021

Kawin Mut'ah

Awas ! Lindungi Istri dan Putri-putri Anda dari GERMO 

✒ Ditulis oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى.

Anda penasaran mengapa banyak orang terutama dari kalangan hidung belang, untuk masuk ke agama syi'ah ?

Marketer syi'ah memelet calon korbannya dengan iming-iming surga dengan cara mengumbar nafsu kepada wanita seluas-luasnya. Simak contoh riwayat riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang berikut ini :

Pemeluk agama Syi'ah merekayasa riwayat palsu dari Ja'far As Shadiq berikut :

ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا

"Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj'ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut'ah kita."

Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi'ah berikut: *Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa'il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H, At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H, & Wasaa'ilus Syi'ah 21/7-8 , karya Al Hur Al 'Amili wafat thn 1104 H.

Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi'ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja'far As Shadiq,* guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :

ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة. 

"Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut'ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut'ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat."

Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi'ah berikut: *Risalatul Mut'ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H, Wasa'ilus Syi'ah 21/8, karya Al Hur Al 'Aamili wafat thn 1104 H, & Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.*

masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, *Fathullah Al Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi berikut :

من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي

"Barang siapa yang nikah mut'ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain 'alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut'ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan 'alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut'ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib 'alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut'ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku".

Saudaraku !

Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut'ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut'ah ? *Bayangkan saudaraku ! Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah. Menurut anda, agama model apakah ini ?

من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان

"Barang siapa yang nikah mut'ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut'ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut'ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga."

Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab : Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al Kasyaani wafat thn 997 H.

Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut'ah. 

https://arifinbadri.com/431-awas-lindungi-istri-dan-putri-putri-anda-dari-germo-persia.html

Saudara ! masihkah anda merasa aman dari mereka ? akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri putri anda ?

Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya

Barakallah fikum.

▪┈┈◈❂◉❖ ° ❖◉❂◈┈┈▪

Saturday, December 11, 2021

PANDAI BERTERIMA KASIH ADALAH SIFAT ORANG SHOLEH


بِسْـــــــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

_اَللّٰهُـــــــمَّ صَلِّ وَسَـلِم وَبَرِك عَلَی سَيِّــدِنَا مُحَمَّـــــــدٍ وَعَلَی آلِ وصَحبِهِ وسَلِّم اجمَعِين

◼️ Salah satu kewajiban seorang hamba kepada Allah adalah bersyukur kepada-Nya.. Barangsiapa yang mensyukuri kenikmatan dan karunia yang Allah berikan kepadanya, niscaya Allah akan menambahkan anugerah-Nya , Dan berterima kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita adalah sifat para Salafuna sholeh,, termasuk syukur seseorang kepada Allah Ta’ala adalah dijadikannya hamba yang pandai berterima kasih kepada manusia

◼️Sebagaimana Hadits Abu Hurairah Rodhiyallahu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

لَا يَشْكُرُ اللهَ مَن لا يشكر النَّاسَ

"Tidak Dikatakan bersyukur kepada Allah (dengan baik) orang yang tidak mau berterima kasih kepada manusia”

📚📚 (HR. Ahmad, Abu Dawud)

◼️ Termasuk bentuk syukur yang terbaik adalah mengucapkan rasa terima kasih dengan mengatakan kepada orang yang berbuat baik kepada kita: 

“جَزَاك اللهُ خَيْرًا"

(Jazakallahu khairan) “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”

◼️ Dari Usamah bin Zaid r.a, bahwasanya Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda :

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ

Usamah bin Zaid berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya : “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya "

📚📚 (HR. Tirmidzi)


MUSIBAH TIDAK HANYA MENIMPA ORANG DZALIM, ORANG SHALIHPUN JUGA TERKENA DAMPAKNYA


Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan  kepada Allahlah akan bangkit

Allah berfirman;

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

_“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”_ (Qs. Asy-Syuura: 30)

Akibat dosa yang dikabarkan :

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

_“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”_ (Qs. Al-Ankabut: 40)

Bencana tidak hanya menimpa pelaku dosa

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

_“Takutlah pada musibah yang tidak hanya menimpa orang zhalim di antara kalian saja. Ketahuilah bahwa Allah memiliki hukuman yang pedih”_ (QS. Al Anfal: 25)

Yang shalihpun juga tekena , sebagaimana  Sabda Rasulullah:

عن أم سلمة زوج النبي صلى الله عليه وسلم قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إذا ظهرت المعاصي في أمتي، عَمَّهم الله بعذاب من عنده” . فقلت: يا رسول الله، أما فيهم أناس صالحون؟ قال: “بلى”، قالت: فكيف يصنع أولئك؟ قال: “يصيبهم ما أصاب الناس، ثم يصيرون إلى مغفرة من الله ورضوان“

_“Dari Ummu Salamah, istri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Jika maksiat telah menyebar diantara umatku, Allah akan menurunkan adzab secara umum”. Ummu Salamah bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah di antara mereka ada orang shalih? Rasulullah menjawab: Ya. Ummu Salamah berkata: Mengapa mereka terkena juga? Rasulullah menjawab: Mereka terkena musibah yang sama sebagaimana yang lain, namun kelak mereka mendapatkan ampunan Allah dan ridha-Nya” (HR. Ahmad. shahih”)

Solusinya:

1.Taubat dan istighfar

(وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِیُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِیهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ یَسۡتَغۡفِرُونَ)

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.

[Surat Al-Anfal 33]

2. Teruskan berbiat baik dan menebar kebaikan, yaitu dengan membantu meringankan para kurban bencana  dengan bantuan moril, tenaga  maupun materiil dan minimal mendoakan semoga yang tertimpa musibah diberi keselamatan oleh Allah dan kesabaran.

(وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِیُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمࣲ وَأَهۡلُهَا مُصۡلِحُونَ)

_Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan._

[Surat Hud 117]

Dan semoga keluarga kita terhindar dari musibah atau bencana apapun.Amin

Wallahu A'lam