Tuesday, December 14, 2021

Bacaan Surah Nabi Ketika Shalat Maghrib


Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 

Bacaan surah Nabi Muhammad ketika shalat Maghrib apakah identik dengan surah pendek?

 Kalau kita lihat dari praktik beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau terkadang membaca selain surah pendek, seperti surah Ath-Thuur yang dibicarakan dalam hadits Bulughul Maram berikut ini.

*Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani*

Kitab Shalat

بَابُ صِفَةِ الصَّلاَةِ

*Bab Sifat Shalat*

Bacaan Surah Ketika Shalat Maghrib

Hadits #289

عَن جُبَيْرِ بْنِ مُطعِم رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَال:َ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ في المَغْرِبِ بِالطُّوْرِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Ath-Thuur ketika shalat Maghrib. (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 765 dan Muslim, no. 463]

Faedah hadits

Hadits ini jadi dalil bahwa shalat Magrib itu jahar.

Terkadang dalam shalat Maghrib bisa dengan membaca surah panjang. Surah Ath-Thuur termasuk surah thiwal mufashshal.

 Sehingga ini menunjukkan bahwa shalat Maghrib tidak selalu dengan surah pendek. Di kesempatan lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Al-Mursalat ketika shalat Maghrib. Begitu pula, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surah Al-A’raf dan beliau membagi menjadi dua dalam dua rakaat shalat Maghrib.

Jubair bin Muth’im masuk Islam lantaran mendengar surah Ath-Thuur. Ia mendengar surah tersebut ketika masih dalam keadaan kafir. Lalu beliau menyampaikannya ketika sudah masuk Islam. Hal ini menunjukkan bahwa seorang perawi boleh menyampaikan hadits saat ia telah masuk Islam atau saat telah memenuhi ‘adalah, walaupun ia mendengar hadits tersebut dalam keadaan kafir atau fasik (lawan dari ‘adalah).

Imam Bukhari meriwayatkan dari Jubair bin Muth’im, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Ath-Thur pada shalat Maghrib. Ketika sampai pada ayat berikut,

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (35) أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ (36) أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُسَيْطِرُونَ (37) أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (38)

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa? Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.”(QS. Ath-Thur: 35-38). Jubair menyatakan,

كَادَ قَلْبِى أَنْ يَطِيرَ

“Hampir-hampir saja hatiku terbang.” (HR. Bukhari, no. 4854). Ketika itu, Jubair masih dalam keadaan musyrik. Selain itu, peristiwa inilah yang mengantarkannya untuk masuk Islam. Lihat Fiqh As-Sirah, hlm. 267.

Baca juga:

Bulughul Maram – Shalat: Tipe Surah yang Dibaca Nabi dalam Shalat Lima Waktu

Menawarkan Islam kepada Tokoh dan Kabilah

Referensi:

Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid Ketiga. 3:85-86.

Fiqh As-Sirah. Cetakan Tahun 1424 H. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid. Penerbit Dar At-Tadmuriyyah. hlm. 267.

Senin pagi, 8 Jumadal Ula 1443 H, 13 Desember 2021

@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Sumber https://rumaysho.com/31198-bulughul-maram-shalat-bacaan-surah-nabi-ketika-shalat-maghrib-apakah-identik-dengan-surah-pendek.html

Kenapa PengusahaPemula Harus Fokus

#Tips jadi Pengusaha



Jadi teringat, pertama kali saya mulai bisnis. Saya jualan macem-macem. Jualan A, B, C, D. Istilahnya apa aja saya jual. Selagi legal, jual 😀

Akhirnya gimana?
Profit dari A, buat beli stok B
Profit dari B, buat beli stok C
Begitulah...

Alhamdulillah, selama itu dpt banyak ilmu menjualkan, ilmu keberanian dlm bisnis.

Sampai akhirnya saya ketemu dengan sebuah strategi bisnis, FOKUS.

Jualan itu saat baru dimulai. FOKUS pada satu hal, satu bisnis. Agar pikirannya gak bercabang-cabang. Sampai akhirnya kita jadi AHLI dibidangnya.

Mengembangkan 1 bisnis itu ternyata gak mudah. Ada begitu banyak kesempatan, tawaran, peluang didepan mata.

"Saya mau jual semuanya"
"Saya mau jadi semuanya"
Akhirnya? Gak jadi apa-apa. Gak bisa berprestasi dimana-mana.

"Kak Diaz, tapi ada banyak kok. Pengusaha yg saya kenal. Gak fokus. Tapi bisnisnya bagus"

Alhamdulillah... tapi BELUM TENTU itu bisa terjadi pada kita sebagai PEMULA.

Mungkin saja, dia itu...
 ⁃ Pengalamannya banyak
 ⁃ Modalnya banyak
 ⁃ Supporting systemnya banyak
Bagaimana dengan kita?

Sekiranya belum, coba deh FOKUS. Lihat 2 tahun. Insya Allah, kita jadi AHLI.

Pernah lihat atlit hebat paginya main basket, sorenya main futsal?

Jadi gimana? MENANG?

Allaah Membeci Hal Ini


Dari video diatas kita simak bahwa untuk menjadi seorang Elon Musk saja tidak memerlukan gelar yang tinggi dalam sekolahnya entah itu Sarjana ataupun SMA. 

Apalagi di zaman sekarang, dimana ilmu dunia sangat mudah di akses dan dipelajari sendiri secara otodidak.

Namun sebagai seorang muslim sejati tentu perlu berhati- hati dan berimbang dalam memahami masalah dunia. Sesuai dengan sebuah Hadist berikut ini 👇

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يَبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِي جَوَّاظٍ سَخَابٍ فِي الأَسْوَاقِ جَيْفَةٌ بِاللَّيْلِ حِمَارٌ 

بِالنَّهَارِ عَالِمٌ بِالدُّنْيَا جَاهِلٌ بِالآخِرَةِ

“Allah sangat membenci orang ja’dzari (orang sombong), Jawwadz (rakus lagi pelit), suka teriak di pasar (bertengkar berebut hak), bangkai di malam hari (tidur sampai pagi), keledai di siang hari (karena yang dipikir hanya makan), pintar masalah dunia, namun bodoh masalah akhirat.” 

(HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya 72 – Al-Ihsan. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini dha’if, lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 2304. Adapun Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Shahih Ibnu Hibban menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih  sesuai syarat Muslim)

Jangan sampai sebagai seorang muslim dibenci oleh Allah hanya karena masalah dunia yang terlalu Ahli dan lemah dalam urusan akhirat.

Maka dari itu sahabat muslim jangan bosan-bosan membekali diri dengan ilmu Agama. Minimal kita bisa tahu bagaimana sholat yang sesuai dengan sunnah, membaca Al-Qur'an dan beberapa kewajiban seorang muslim.

Semoga Allah mudahkan untuk istiqomah dalam beribadah. 😊🤲

Simak di Instagram :

https://www.instagram.com/reel/CXe6UN1g9YD/?utm_medium=copy_link

#muslimpreneur #bisnispraktis #bisnispemula #bisnisonline #bisnissampinganhasiljutaan #bisnissampingankaryawan #bisnissampingan #usahasampingan #usahasampingankaryawan #usahasampingandirumah #pengusahamudamuslim #pengusahasuksesindonesia #pengusahaindonesia