Thursday, December 16, 2021

Keutamaan Al Kahfi

Al-kahfi time 

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.”(HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Inilah salah satu amalan membaca surat al-kahfi di malam Jum’at dan hari Jum'at,  Akankah kita melewatkan begitu saja ?

Dosa-Dosaku

Telegram :

https://t.me/joinchat/Ltl-rhyYdZhaGLkjsdivYg

Badan demam, pegal-pegal, kepala pusing, penciuman mulai hilang, terkadang badan gemetar, nafsu makan dan minum hilang, ada batuk-batuknya, benar-benar lemas dan lesu, dst. . Itulah yang kita keluhkan ketika sedang sakit. 

Namun, berbeda Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Di saat sakit, yang beliau keluhkan adalah dosa-dosa beliau. Nyatanya, dosa lebih dikhawatirkan dan ditakutkan dari pada penyakit. Sebab dosa-dosa tersebut dapat menjerumuskan ke dalam neraka yang penuh dengan siksa. 

Abu Zhobyah rahimahullahu bercerita :

"Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu jatuh sakit lalu dibesuk oleh Utsman radhiyallahu 'anhu. Utsman bertanya, 'Apa yang engkau keluhkan?' Ia menjawab, 'Dosa-dosaku'. Ia bertanya lagi, 'Lalu apa yang engkau harapkan?' 'Rahmat Rabb-ku,' jawabnya." (Hayat as-Salaf, Ahmad ath-Thoyyar, hlm. 919)

Semoga kita dimudahkan untuk senantiasa bertaubat kepada Allah ta’ala dalam segala keadaan.

Hati - Hati dalam Bercanda

Telegram :

https://t.me/joinchat/Ltl-rhyYdZhaGLkjsdivYg

Dari abu Huroiroh rodhiyallahu' anhu berkata: mereka para sahabat berkata : sungguh anda, wahai rosul Allah mencandai kami? Beliau bersabda:

إِنَّي لا أَقُولُ إِلا حَقًّا

"Saya tidak berkata kecuali yang hak (benar)."

(HR. at Tirmidzi)

Canda seperti garam dalam makanan, jika kebanyakan akan terasa tidak nikmat, jika kurang juga tidak terasa nikmat.

Kehidupan tanpa canda terasa hambar begitu sebaliknya, kehidupan jika dipakai untuk banyak canda akan merusak tatanan hidup, maka jadikan canda dalam hidup hanya untuk melepaskan kepenatan pikiran, pertengahan dalam bercanda itulah yang dianjurkan oleh baginda Rosul.

Ketika bercanda hendaknya perkataannya dan perbuatannya tetap baik, tidak serta merta berkata yang buruk atau kedustaan yang terucap dari lisan.

Semoga Allah menjaga lisan penulis dan pembaca.

Penulis:

Ustadz Muhammad Fathoni, Lc.

(Pengajar Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta)