Wednesday, January 12, 2022

4 RAKAAT QOBLIYAH DZUHUR & 4 RAKAAT BA'DIYAH DZUHUR


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

TERNYATA SESUAI SABDA RASULULLAHﷺ BAHWA, "BARANGSIAPA YG MENJAGA 4 RAKAAT QOBLIYAH DZUHUR & 4 RAKAAT BA'DIYAH DZUHUR, MAKA NISCAYA ALLAH AKAN MENGHARAMKANNYA MASUK NERAKA", MASYA ALLAH...
JIKA SELAMA INI KITA SHALAT BA'DIYAH DZUHUR HANYA 2 RAKAAT, MULAI SEKARANG BIASAKAN MENJADI 4 RAKAAT, TAPI JIKA KITA SEDIKIT SIBUK BISA LANGSUNG 4 RAKAAT TAPI SEKALI SALAM, KARENA FADHILAHNYA DAHSYAT SEKALI YAITU KITA DIHARAMKAN MASUK NERAKA, SUBHANALLAH...


https://youtu.be/JS6ql5yYPuM


TERNYATA SESUAI SABDA RASULULLAHﷺ BAHWA, "SEMOGA ALLAH ME-RAHMATI SESEORANG YG MELAKSANAKAN SHALAT 4 RAKAAT SEBELUM ASHAR", MASYA ALLAH...
AKAN DAPAT RAHMAT ALLAH??? INI PENTING SEKALI, KARENA SEMUA MANUSIA TERMASUK RASULULLAHﷺ-PUN MASUK KE DALAM SURGA KARENA RAHMAT DARI ALLAHﷻ.


https://youtu.be/D4nSBXQo5DA


INGIN PAHALA JARIYAH TERUS MENGALIR??? sebarkan ke grup lainnya & Subscribe/Like channel ini, berarti sdh berkontribusi kpd pembuatan sumur bor di daerah², yg insya Allah pahalanya akan terus mengalir kpd kita wlpn sdh WAFAT, kajian lainnya klik ”Surgafirdaus77” ⤵️
https://youtube.com/channel/UCUFYgspXDBm-AIJTsfZg6TQ
سبحانك اللهم وبحمدك أشهدأن لاإله إلاأنت أستغفرك وأتوب إليكk⁴

JADIKAN MANHAJ SALAF SEBAGAI RUJUKAN Bagian 4

 *JADIKAN MANHAJ SALAF SEBAGAI RUJUKAN 4* ( lanjutan)


https://t.me/dakwahtauhid_dan_sunnah

 Oleh Ustadz Sufyan Basweidan

Mutiara Hikmah As Salafus Shaleh

▫️Sebagai pelengkap, berikut ini adalah wasiat-wasiat berharga dari para salaf yang lebih memperjelas akan pentingnya ittiba’ (mengikuti) dan bahayanya ibtida’ (membuat bid’ah). Sebagian besar mutiara hikmah ini kami nukil dari kitab Al Wajiez fi Aqidatis Salafis Shaleh Ahlissunnah wal Jama’ah, oleh syaikh Abdullah bin Abdil Hamid Al Atsary –hafidhahullah– jilid 1 hal 153-160.

1. Hudzaifah ibnul Yaman  :

كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أََصْحَابُ رَسُولِ اللهِ  فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فإَِنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

(رواه ابن بطة في الإبانة)

“Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. 

Maka takutlah kepada Allah wahai orang yang gemar beribadah, dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu” (Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah).

2. Abdullah bin Mas’ud:

مَنْ كان مُسْتنَاًّ فَلْيَسْتَنِّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ  كَانُوا خَيْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ ، وَأَبَرَّهَا قُلُوباً ، وَأََعْمَقَها عِلْماً ، وَأَقَلَّهَا تَكَلُّفًا ، قَوْمٌ اِخْتَارَهُمُ اللهُ لِصُحْبَة نَبِيِّهِ  وَنَقْلِ دِيْنِهِ فَتَشَبَّهُوْا بِأََخْلاَقِهِمْ وَطَرَائِقِهِمْ ؛ فَهُمْ كَانُوا عَلَى الهَدْيِ المُسْتَقِيمِ  (أخرجه البغوي في شرح السنة)

“Siapa yang ingin mengikuti ajaran tertentu, hendaklah ia mengikuti ajaran orang yang telah wafat, yaitu para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka ialah sebaik-baik umat ini. 

Hati mereka paling baik, ilmu mereka paling dalam, dan mereka paling tidak suka berlebihan (takalluf) dalam beragama.

Merekalah kaum yang dipilih Allah untuk menjadi pendamping Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menyampaikan dien-Nya. Maka tirulah akhlak dan tingkah laku mereka, karena mereka selalu berada di atas petunjuk yang lurus” (Diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah).

Beliau juga mengatakan:

 اِتَّبِعُوا وَلاَ تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيْتُمْ ؛ عَلَيْكُمْ بِالأََمْرِ العَتِيْقِ (أخرجه الدارمي في سننه)

“Ikutilah dan jangan berbuat bid’ah, karena kalian telah dicukupi. Hendaklah kalian berpegang teguh dengan perkara yang terdahulu” (Diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam Sunan-nya).

 Bersambung...in syaa Allah..

Sumber: https://muslim.or.id/7259-ini-dalilnya-2-jadikan-manhaj-salaf-sebagai-rujukan.html

Tuesday, January 11, 2022

JADIKAN MANHAJ SALAF SEBAGAI RUJUKAN.3


https://t.me/dakwahtauhid_dan_sunnah

Oleh Ustadz Sufyan Basweidan*


Dalil dari As Sunnah

Berikut ini beberapa hadits yang menjadi landasan dalam bermanhaj salafus shaleh;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ  قَالَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ…  أخرجه البخاري ( 2652, 3651, 6429) و مسلم ( 2533 )

Dari Abdullah (ibnu Mas’ud) radhiyallahu ‘anhu, katanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik manusia ialah mereka yang hidup di zamanku, kemudian yang datang setelah mereka, kemudian yang datang setelahnya lagi…” (H.R. Bukhari no 2652,3651,6429; dan Muslim no 2533).

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ رَبِّ الْكَعْبَةِ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ جَالِسٌ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ وَالنَّاسُ مُجْتَمِعُونَ عَلَيْهِ فَأَتَيْتُهُمْ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ  في سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَمِنَّا مَنْ يُصْلِحُ خِبَاءَهُ وَمِنَّا مَنْ يَنْتَضِلُ وَمِنَّا مَنْ هُوَ فِي جَشَرِهِ إِذْ نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ  الصَّلَاةَ جَامِعَةً فَاجْتَمَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ  فَقَالَ إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلَاءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا … الحديث

Dari Abdurrahman bin Abdi Rabbil Ka’bah katanya: Sewaktu aku masuk ke masjidil haram, kudapati Abdullah bin Amru bin Ash  sedang duduk berteduh di bawah ka’bah, sedangkan di sekelilingnya ada orang-orang yang berkumpul mendengarkan ceritanya. Lalu aku ikut duduk di majelis itu dan kudengar ia mengatakan: “Pernah suatu ketika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu safar.

Ketika kami singgah di sebuah tempat, diantara kami ada yang sibuk membenahi kemahnya, ada pula yang bermain panah, dan ada yang sibuk mengurus hewan gembalaannya.

Tiba-tiba penyeru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru lantang: “Ayo… mari shalat berjamaah!!” maka segeralah kami berkumpul di tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya tak ada seorang Nabi  pun sebelumku, melainkan wajib baginya untuk menunjukkan umatnya akan setiap kebaikan yang ia ketahui; dan memperingatkan mereka dari setiap kejahatan yang ia ketahui.

 Sesungguhnya umat kalian ini ialah umat yang keselamatannya ada pada generasi awalnya; sedangkan generasi akhirnya akan mengalami bala’ dan berbagai hal yang kalian ingkari… al hadits” (H.R. Muslim no 1844).

Kami rasa dua hadits di atas cukup jelas maknanya bagi para pembaca. 

Jadi, jelaslah bahwa *generasi awal (As Salafus Shaleh)* dari umat ini, ialah generasi terbaik yang terpelihara dari fitnah-fitnah besar yang menimpa umat ini di kemudian hari.

Maka wajar jika manhaj mereka yang paling dekat kepada kebenaran, dan paling terjaga dari penyimpangan. Kemudian disusul oleh generasi kedua dan ketiga.

Berangkat dari sini, maka setiap praktik ibadah yang muncul sepeninggal mereka harus kita waspadai. Janganlah terkecoh dengan banyaknya pengikut, karena jumlah yang banyak bukanlah jaminan sebuah kebenaran.

Sumber: https://muslim.or.id/7259-ini-dalilnya-2-jadikan-manhaj-salaf-sebagai-rujukan.html