Thursday, January 13, 2022

Menggapai Manisnya Iman


Semoga Bermanfaat, 

Silahkan Berkomentar, Like, Share dan Subscribe
Baca Juga Kajian Lainnya di
https://griyakajiansunnah.blogspot.com
https://gotauhid.blogspot.com 
kajian.net

Label :
#Update kajian
#Kajian Islam
#Info Islam
#Update Islam
#Ilmu Islam
#Update Hadist
#Update Sunnah
#Sunnah
#konsultasi syariah,kajian.net

Tag :
Update Kajian Sunnah, Kajian Islam, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, News Islam, Berita Islam, Kabar Islam, Dunia Islam, Belajar Islam, Manhaj Salaf, Tauhid, go Tauhid,Griya Kajian Sunnah

Wednesday, January 12, 2022

Orang yang Menuntut Ilmu Agama itu Hendaknya Mempunyai Sikap Tenang dan Penuh Wibawa


قال الإمام مالك بن أنس رحمه الله :

( إن حقا على من طلب العلم أن يكون له وقارا، و سكينة وخشية، وأن يكون متبعا لأثر من مضى قبله)

-رواه البيهقي في المدخل (٥١٠)

Al-Imam Malik bin Anas rohimahulloh pernah berkata :

"Sesungguhnya merupakan suatu keharusan bagi orang yang menuntut ilmu (agama) untuk mempunyai sikap Al-Waqor (wibawa), As-Sakinah (tenang dan tidak banyak ribut), Al-Khosy-yah (penuh rasa takut kepada Alloh).....

Dan hendaknya pula dia menjadi orang yang senantiasa ber-ittiba' (mengikuti) atsar (jejak langkah) generasi yang sebeelumnya (yaitu menempuh jalan hidup yang pernah ditempuh orang-orang sebelum mereka, dari kalangan para Salafus Sholih, yakni generasi para Sahabat Nabi, para Tabi'in dan Atba'ut Tabi'in rohimahumullohu ajma'in, pent.)."

(Atsar ini diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi rohimahulloh dalam Al-Madkhol hal. 510)

قال الإمام النووي رحمه الله :

(التأني في الحركات واجتناب العبث هو السكينة المحمودة، أما غض البصر وخفض الصوت وعدم الالتفات فهو الوقار)

-صفوة الأخيار (٩٢)

Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh berkata (menjelaskan perbedaan kata antara Al-Waqor dan As-Sakinah) :

" At-Ta-anni (bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru) dalam melakukan berbagai tindakan, dan menjauhi Al-'Abats (sikap sembrono dalam bertindak), itulah As-Sakinah Al-Mahmudah (ketenangan yang terpuji).

Adapun Ghoddhul Bashor (menundukkan pandangan) dan Khofdhus Shout (merendahkan/tidak mengeraskan suara) dan Adamul Iltifat (tidak banyak menoleh kesana kemari), itulah yang disebut Al-Waqor (kewibawaan)."

( Shofwatul Akhyar, hal. 92)

Demikianlah sepantasnya akhlak para penuntut ilmu itu.

Semoga Alloh ta'ala melimpahkan kepada kita akhlak yang mulia seperti tersebut di atas, dan yang lainnya.

Allohu yubaarik fiikum....

Surabaya, Ahad pagi yg sejuk, 9 Rojab 1442 H / 21 Pebruari 2021 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Silahkan joint pada channel telegram kami :

https://t.me/fawaidabuabdirrahman

Atau, untuk materi dakwah BIMBINGAN MERAWAT JENASAH SESUAI SUNNAH, silahkan joint di telegram kami :


https://t.me/merawatjenazah

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Gadget Telah Memalingkan Kita Dari Al qur'an

Sungguh di zaman ini manusia benar-benar disibukkan dengan gadget. Apapun keadaanya manusia benar-benar tidak lepas dari gadget dan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan buang-buang waktu. Di jalan lihat gadget, sedang antre lihat gadget, sedang berbicara pun curi-curi pandang lihat gadget. Memang gadget ibarat pedang bermata dua, jika digunakan dengan bijak, gadget sangat bermanfaat, akan tetapi kebanyakan kita lalai dan kurang bijak menggunakan gadget.

Salah satu kelalaian kita adalah gadget memalingkan kita dari Al-Quran. Sungguh sangat tersentuh membaca perkataan Khalid bin Walid yang begitu sedih karena tidak bisa fokus belajar Al-Quran karena sibuk dengan jihad, sedangkan kita sekarang meninggalkan Al-Quran karena gadget.

Perhatikan perkataan Khalid bin Walid berikut:

شغلنا الجهاد عن تعليم القرآن

“Sungguh jihad telah menyibukkan kami dari belajar Al-Quran.” [HR. Ibnu Abi Syaibah 6/151]

Di riwayat yang lain, jihad telah menyibukkan mereka dari membaca Al-Quran.

لقد منعني كثيراً من القراءة الجهاد في سبيل الله

“Sungguh jihad di jalan Allah telah menyibukkan (mencegah) kami dari membaca Al-Quran.” [Musnad Abu Ya’la 6/361]

Sungguh benar akan datang zaman di mana manusia benar-benar meninggalkan Al-Quran.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang TIDAK DIACUHKAN/DITINGGALKAN”. (QS. Al Furqan: 30)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan bahwa bentuk meninggalkan Al-Quran dalam segala bentuk, mulai dari membaca, mentadabbur, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya. Beliau berkata,

قد أعرضوا عنه وهجروه وتركوه مع أن الواجب عليهم الانقياد لحكمه والإقبال على أحكامه، والمشي خلفه

“Mereka telah berpaling dan meninggalkan Al-Quran, padahal mereka wajib untuk patuh dan menerima terhadap hukum di dalamnya serta berjalan dengan petunjuk Al-Quran.” [Tafsir As-Sa’diy]

Hendaknya seorang muslim berusaha membaca Al-Quran setiap hari. Berusahalah membacanya walaupun hanya beberapa ayat dalam sehari, karena kita terlalu banyak melakukan maksiat setiap hari. Maksiat membuat hati keras dan Al-Quran lah obatnya. Membaca Al-Quran membuat hati menjadi lembuh dan mudah menerimah hidayah serta mudah melakukan ibadah dan kebaikan yang bermanfaat bagi manusia. Al-Quran adalah obat bagi penyakit hati kita.

Allah Ta’ala berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).

Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan penyakit hati. Beliau berkata,

ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ

“Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yang shahih dan masyhur.” (Tafsir Adhwaul Bayan).

Gunung yang keras saja akan hancur apabila Al-Quran turun padanya, apalagi hati yang keras. Tentu hati yang keras akan menjadi lembut dengan Al-Quran.

Allah Ta’ala berfirman,

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّه

“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (QS. Al Hasyr: 21)

Demikian semoga bermanfaat

 @ Lombok, Pulau seribu masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

sumber: https://muslim.or.id/46132-gadget-telah-memalingkan-kita-dari-al-quran.html