Sunday, December 5, 2021

Rahasia Suu'ul Khotimah


Telegram :

https://t.me/joinchat/Ltl-rhyYdZhaGLkjsdivYg

“Bahwa suu’ul khotimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhohir dengan istiqomah dan memiliki hati yang bersih..”

(Abu Muhammad ‘Abdul Haq hafizhohullah, At Tadzkirah 192-193).

2 kata kunci saudaraku…

1. Istiqomah

2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

Ditulis oleh,

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Ref : https://bbg-alilmu.com/archives/55658

Saturday, December 4, 2021

Keutamaan Menghadiri Majelis Ilmu Di Masjid


Yulian Purnama, S.Kom. - 14 Agustus 2021 

*Dimudahkan jalannya menuju surga*

Orang yang keluar dari rumahnya menuju masjid untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia sedang menempuh jalan menuntut ilmu. Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

*Mendapatkan ketenangan, rahmat dan dimuliakan para Malaikat*

Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

Makna dari وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ “mereka akan dilingkupi para malaikat“, dijelaskan oleh Al Mula Ali Al Qari:

مَعْنَاهُ الْمَعُونَةُ وَتَيْسِيرُ الْمُؤْنَةِ بِالسَّعْيِ فِي طَلَبِهِ

“Maknanya mereka akan ditolong dan dimudahkan dalam upaya mereka menuntut ilmu” (Mirqatul Mafatih, 1/296).

*Merupakan jihad fi sabilillah*

Orang yang berangkat ke masjid untuk menuntut ilmu syar’i dianggap sebagai jihad fi sabilillah. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن دخَل مسجِدَنا هذا لِيتعلَّمَ خيرًا أو يُعلِّمَه كان كالمُجاهِدِ في سبيلِ اللهِ ومَن دخَله لغيرِ ذلكَ كان كالنَّاظرِ إلى ما ليس له

“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya” (HR. Ibnu Hibban no. 87, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Mawarid, 69).

*Dicatat sebagai orang yang shalat hingga kembali ke rumah*

Jika seorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu), maka selama ia berada di majelis ilmu dan selama ada di masjid, ia terus dicatat sebagai orang yang sedang shalat hingga kembali ke rumah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا تَوضَّأَ أحدُكُم في بيتِهِ ، ثمَّ أتَى المسجدَ ، كان في صلاةٍ حتَّى يرجعَ ، فلا يفعلْ هكَذا : و شبَّكَ بينَ أصابعِهِ

“Jika seseorang berwudhu di rumah, kemudian mendatangi masjid, maka ia terus dicatat sebagai orang yang shalat hingga ia kembali. Maka janganlah ia melakukan seperti ini.. (kemudian beliau mencontohkan tasybik dengan jari-jarinya)” (HR. Al Hakim no. 744, Ibnu Khuzaimah, no. 437, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil, 2/101).

_Tasybik_ adalah menjalin jari-jemari.

*Dicatat amalannya di ‘illiyyin*

Jika seorang berangkat ke masjid berniat untuk shalat, kemudian setelah shalat ada pengajian (majelis ilmu) hingga waktu shalat selanjutnya (semisal pengajian antara maghrib dan isya), maka ia terus dicatat amalan kebaikan yang ia lakukan di masjid, di ‘illiyyin.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

صلاةٌ في إثرِ صلاةٍ لا لغوَ بينَهما كتابٌ في علِّيِّينَ

“Seorang yang setelah selesai shalat (di masjid) kemudian menetap di sana hingga shalat berikutnya, tanpa melakukan laghwun (kesia-siaan) di antara keduanya, akan dicatat amalan tersebut di ‘illiyyin” (HR. Abu Daud no. 1288, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Amir Ar Ruhaili hafizhahullah:

والكتاب في العلِّيِّينَ كتاب لا يكسر و يفتح إلى يوم القيامة محفوظ لا ينقص منه شيئ

“Catatan amal di ‘illiyyin adalah catatan amal yang tidak akan rusak dan tidak akan dibuka hingga hari kiamat, tersimpan awet, tidak akan terkurangi sedikit pun”

Dan tentu saja orang yang menuntut ilmu di masjid akan mendapat semua keutamaan menuntut ilmu secara umum yang ini jumlahnya banyak sekali.

Semoga Allah Ta’ala menambahkan semangat kepada untuk terus menuntut ilmu syar’i, terutama di zaman penuh syubuhat dan fitnah ini.

Semoga Allah memberi taufik.

Faidah dari kajian Fiqhu Al Mashalih wal Mafasid, oleh Syaikh Sulaiman bin Amir Ar Ruhaili

Penyusun: Yulian Purnama

https://muslim.or.id/39642-keutamaan-menghadiri-majelis-ilmu-di-masjid.html

Reposting di Group WA *Info Kajian Purwokerto*. 

Utk bergabung di Group & Mendapatkan BC *Info Kajian Purwokerto* setiap harinya silahkan hubungi *0812-1541-5112* WA Only.

= *DONASI KAJIAN RUTIN* =

_*INFO KAJIAN PURWOKERTO (IKP)*_

Bank Syariah Indonesia (BSI) 

*(451) 7.122.122.144* 

Dwiana Wulandari 

Konfirmasi :

0812 1541 5112 Admin

Kami menyimpan Video, Gambar & Artikel yg biasa di posting di WAG *Info Kajian Purwokerto* di akun ini:

Instagram: https://www.instagram.com/infokajianpurwokerto/

Halaman Instagram https://www.facebook.com/Infokajianpurwokerto/

Website:

https://infokajianpurwokerto.com/

Silahkan Follow, Subscribe, Free Share & Download.

Kewajiban Mendidik Anak di Atas Kebaikan


https://t.me/menebar_cahayasunnah

Diwajibkan bagi para bapak dan ibu untuk menaruh perhatian kepada pendidikan anak-anaknya di atas kebaikan (keshalihan), agar hal ini bisa menjadi amalan shalih bagi mereka, baik di masa hidupnya maupun setelah wafatnya. 

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ 

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

[QS. at-Tahrim: 6]

Dan juga firman-Nya ﷻ : 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah keluargamu me-laksanakan shalat dan sabar dalam meng-kerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”

[QS. Thoha: 132]

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda :

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّته، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّته، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْؤُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتهَا، وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِيْ مَالِ سَيِّدِهِ بَيْتِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّته

“ Setiap diri kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta per-tanggungjawabannya atas yang di-pimpinnya. Penguasa adalah pemim-pin dan akan dimintai pertanggung-jawaban atas rakyatnya. Seorang pria adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggung-jawaban atas yang dipimpinnya. Se-orang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang pelayan ada-lah pemimpin terhadap harta ma-jikannya, dan akan dimintai per-tanggungjawaban atas yang dipim-pinnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertang-gungjawaban atas yang dipimpinnya." [Muttafaq ‘alayhi]

Nabi ﷺ juga bersabda :

مُرُوا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاء سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاء عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk sholat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah  mereka jika mereka menentang pada usia sepuluh tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”

[HR.Abu Dawud]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda :

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

"Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa apabila ia menyianyiakan orang yang menjadi tanggungan-nya.”

 [HR.Abu Dawud]