Friday, December 17, 2021

Lebih Baik dari Rencanamu


https://t.me/menebar_cahayasunnah

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

تدبير الحق عز وجل لك خير من تدبيرك ، وقد يمنعك ما تهوىٰ ابتلاء ، ليبلو صبرك ، فأره الصبر الجميل ، تر عن قرب ما يسر .

“Rencana Allah padamu lebih baik dari rencanamu. Terkadang Allah menghalangi rencanamu untuk menguji kesabaranmu.. maka perlihatkanlah kepada-Nya kesabaran yang indah. Tak lama kamu akan melihat sesuatu yang menggembirakanmu..”

(Shoidul Khothir 1/205)

Kita hanya bisa berencana..

Tapi Allah lah yang menentukan..

Maka janganlah terlalu berharap kepada rencana kita..

Tapi berharaplah yang terbaik di sisi-Nya..

✍️Ditulis oleh,

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

=======🌴🌴🌴🌴🌴=======

Arisan Keyakinan

 *Arisan Keyakinan : Haram*

Telegram :

https://t.me/menebar_cahayasunnah

Pernah mengikuti arisan...?

Secara umum arisan diperbolehkan...

Selama tidak ada unsur penipuan, pengurangan hak dan lainnya dari pelanggaran syariat...

Namun ada satu arisan yang dilarang selama-lamanya...

Yaitu arisan Keyakinan.

Allah Subhana wa ta'ala berfirman,

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

"Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.

Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku" (QS. al-Kafirun : 1-6).

Ada banyak penegasan berulang di surat ini...

Juga penutup ayat yang sangat lugas :

"Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.."

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Katsir dan banyak ahli tafsir rahimahumullah menyampaikan asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat ini :

Dahulu orang-orang musyrik dengan kebodohannya, mereka meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mau menyembah sesembahan-sesembahan mereka selama setahun..

Kemudian.. Nanti bergantian mereka akan menyembah Rabb yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sembah (Allah) selama setahun berikutnya..

Maka turunlah ayat ini..

Itulah sebentuk arisan keyakinan..

Saling sembah saling ucap selamat atas tuhan yang berbeda secara bergantian...

Saat orang kafir berkata, 

"Kita bertoleransi dalam berhari raya...

Bila bulan lalu kami ucapkan selamat Idhul Fitri, besok kalian harus menyampaikan selamat Natal padaku.."

Katakan TIDAK...!!!

Ingat...! Seorang muslim hanya mengakui satu sesembahan yang hak, yaitu Allah...

Tidak mendua apalagi tiga (trinitas)

Maka tidak selayaknya kaum Muslimin turut serta dalam Natal...

Walau hanya sekedar ucap selamat...

Sumber : Sahabat ilmu

Thursday, December 16, 2021

Saat-Saat Abu Hurairah Berpisah Dengan Kehidupan Dunia

UPAN DUNIA

Sekarang, kita menceritakan akhir seorang guru yang telah berusia lanjut mendekati usia delapan puluhan, yang sesaat lagi akan menghadap Allah Ta’ala setelah menunaikan amanah yang ada di pundaknya dan menyebarkan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta mengajarkan kepada manusia.

Ketika berada di atas tempat tidur menghadapi kematian, ia menangis. Maka ditanyakan kepadanya: “Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Hurairah?” Dia menjawab, “Aku sesungguhnya tidak menangisi dunia kalian ini. Namun aku menangis karena jauhnya perjalanan, sedangkan perbekalanku sedikit. Aku sekarang berada dalam tangga yang curam, antara surga dan neraka. Aku tidak tahu berjalan ke arah mana dari keduanya.” Kemudian ia berwasiat, “Jika aku meninggal, janganlah kalian meratapiku, sebab Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ tidak pernah meratapi kematian.”

Lalu Marwan masuk menjenguknya sebelum saat-saat kematian dan berkata, “Mudah-mudahan Allah memberimu kesembuhan, wahai Abu Hurairah,” akan tetapi Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu menghadap ke arah lain dan tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Marwan. Dia menoleh untuk bermunajat kepada Allah dengan penuh keyakinan. Dia telah mengisi kehidupannya dengan berbagai macam amal kebaikan, yang menanti rahmat Allah, seraya berdoa: “Ya, Allah. Sesungguhnya aku sangat gembira bertemu dengan-Mu, maka bersenanglah untuk bertemu denganku.” Al Muqbiri berkata, “Belum sampai sahabat Marwan melangkahkan kakinya, Abu Hurairah pun telah meninggal dunia,” namun kenangan baik tentangnya akan tetap tersimpan di hati kaum mukminin hingga hari kiamat.

Terjadi perbedaan pendapat tentang tahun kematiannya. Ada yang menyatakan, wafatnya tahun 57 H dan ada yang menyatakan bahwa wafatnya pada tahun 58 H, serta ada yang menyatakan wafatnya tahun 59 H.

Dia meninggal di Al Aqiq, lembah yang berdampingan dengan Madinah dan dikuburkan di Baqi’ di Madinah, Al Walid bin Utbah bin Abi Sufyan menjadi imam dalam shalat jenazahnya. Saat itu ia menjabat sebagai gubernur wilayah Madinah pada masa pemerintahan Mu’awiyah.
Abu Sa’id Al Khudri radiyallahu ‘anhu dan Marwan bin Al Hakam berjalan di depan jenazah. Begitu juga Ibnu Umar ikut serta mengiringi jenazah Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berjalan di depan jenazah dengan memperbanyak mengucapkan “Rahimahullah” atas Abu Hurairah, radiyallahu ‘anhu, seraya berkata: “Dia termasuk penjaga hadtis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kaum muslimin.”

Kemudian Al Walid bin Utbah menulis surat kepada Mu’awiyah radiyallahu ‘anhu, mengabarkan kematian Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Mu’awiyah pun membalasnya seraya berpesan: “Lihatlah, siapa saja yang ditinggalkan oleh Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dan serahkan kepada ahli warisnya 10.000 dirham serta perlakukanlah mereka dengan baik, dan berbuat baiklah kepada mereka; sebab, ia juga termasuk orang yang membela Khalifah Utsman dan berada di rumah Utsman.”

Mudah-mudahan Allah merahmati dan meridhainya. Hanya orang-orang dengki dan tidak tahu malu yang terus berusaha mendiskreditkan Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu.

Read more: https://yufidia.com/4411-abu-hurairah-pribadi-yang-mengagumkan.html

@IslamAdalahSunnah

Semoga Allah selalu mudahkan kita istiqomah dijalanNya

بَارَكَ اللّهُ فيكن...

🌙🌃 Alhamdulillah waktunya istirahat..

Semoga apa yang telah disampaikan bisa bermanfaat bagi kita semua. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberkahi dan membimbing kita untuk bisa mengamalkannya.

Kita tutup grup malam ini dengan membaca do'a kafaratul majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memujiMu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunanMu dan bertaubat kepadaMu.”

[HR. Tirmidzi, Shahih]

“Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.”

admin cahaya hidayah
🌠🍃🌹