Thursday, April 23, 2026
Thursday, July 25, 2024
Amalan-Amalan Sunnah dalam Islam
HERAN SEKALI, di islam sangat banyak amalan sunnah ngapain juga melakukan hal Bid'ah, kejahilan jangan dipelihara, apa tdk takut diusir Nabi dari Telaga Nabi Kelak ??? Semoga kita semua mendapat hidayah dan mati dalam islam yang benar.
Bismillah
DAFTAR AMALAN AMALAN SUNNAH :
1. Dzikir Pagi Dan Petang (QS Al- Ahzab Ayat 41-42)
2. Sholat Qiyamul Lail /Tahajud (QS.Al- Isra Ayat 79)
3. Shalat Witir (HR. Muslim No. 755)
4. Shalat Dhuha (HR. Abu Daud No. 1289)
5. Puasa Senin Kamis (HR. An- Nasa'i No 2362)
6. Puasa Ayyamul Bidh (HR.Tarmidzi No. 761)
7. Shalat Rawatib 12 Rakaat Sehari Semalam (HR. Tirmidzi No 414)
8. Shalat Sunnah Wudhu (HR. Muslim No. 234)
9. Puasa Syawal (HR. Muslim No. 1164)
10. Puasa Arafah (HR. Muslim No.1162)
11. Puasa Daud (HR. Bukhari No. 1131)
12. Puasa Sunnah Di 9 Hari Awal Dzulhijah (HR. Abu Daud No. 2437)
13. Mengerjakan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid (HR. Bukhari No. 444)
14. Memperbanyak Membaca Istighfar (HR.Bukhari No. 6307)
15. Baca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq Dan An-Nas Sebelum Tidur (HR. Bukhari 5017)
16. Membaca Al-Qur'an Setiap Malam 100 Ayat (Shahih Al- Jami 6468)
17. Membaca 2 Surat Terakhir Surat Al- Baqarah Di Malam Hari (HR. Bukhari 5009)
18. Baca Ayat Kursi Sebelum Tidur (HR. Bukhari No. 3275)
19. Baca Al-Ikhlas 10x Setiap Hari (HR. Ahmad No. 3437)
20. Menjawab Adzan (HR. Muslim No. 385)
21. Membaca Do'a Setelah Mendengar Adzan "Allahumma Rabba Haadzihid"
(HR. Muslim No. 641)
22. Membaca Surat Al- Baqarah Dan Surat Ali Imron Setiap Hari (HR. Muslim No. 804)
23. Membaca Dzikir Setelah Sholat 5 Waktu (QS. An- Nisa : 103)
24. Membaca Dzikir Laa Hawla Wa Laa quwwata illa Billah (HR. Bukhari No. 7386)
25. Membaca Dzikir Subhanallah Walhamdullilah Wa Laa Illah Illallah Wallahu Akbar (HR. Muslim No. 2695)
26. Membaca Dzikir Subhanallah Wabihamdih 100x (HR. Muslim No. 2692)
27. Membaca Dzikir Subhanallah Wabihamdih Subhanallahil Adzim (HR.Bukhari No. 6682)
28. Membaca Dzikir Laa Illaaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Walahul Hamdu Wahuwa Ala Kulli Sya'in qadir 100x (HR. Bukhari No. 3293)
29. Membaca Dzikir Sayyidul Istighfar (HR.Bukhari No. 6306)
30. Membaca Surat Al- Kahfi Di Malam Dan Hari Jum'at (HR. Ad- Darimi No. 3470, Dan HR. Hakim 6169)
31. Membiasakan Berwudhu Sebelum Tidur (HR.Bukhari. No 247)
32. Membiasakan Tidur Miring Ke Kanan (HR. Bukhari No. 247)
33. Mengibas /Mengebut Tempat Tidur Dengan Kain (HR. Bukhari No. 6320)
34. Membaca Do'a Sebelum Tidur Dan Bangun Tidur (HR. Bukhari No. 6314)
35. Mencuci Tangan 3x Setelah Bangun Tidur (HR. Bukhari 162)
36. Melakukan Istinsyaq Dan Istintsar Setelah Bangun Tidur (HR. Bukhari No. 3295)
37. Mendoakan Kaum Muslimin (HR. Muslim No. 7231)
38. Mendo'akan Kedua Orang Tua (QS. Ibrahim : 41)
39. Menyambung Silaturahmi (HR. Bukhari
No.5985)
40. Bersedekah (QS. Al- Baqarah : 261)
41. Bershalawat (QS. Al- Ahzab : 56)
42. Membaca Bismillah Sebelum Makan (HR. Abu Daud No. 3767).
43. Membaca Do'a Setelah Makan (HR. Bukhari No. 5458)
44. Membaca Do'a Masuk Kamar Mandi (HR. Bukhari No. 142)
45. Membaca Do'a Keluar Kamar Mandi (HR. Abu Daud No. 30)
46. Membaca Do'a Setiap Masuk Dan Keluar Masjid (HR. Ibnu Majah No. 771)
47. Membaca Do'a Setiap Memakai Pakaian (HR. Abu Daud No. 4023)
48. Membaca Bismilah Saat Akan Melepas Pakaian (HR. Thabrani Dalam Al- Ausath 7062)
49. Membaca Do'a Saat Akan Keluar Rumah (HR. Tirmidzi No. 3426)
50. Baca Do'a Masuk Keluar Rumah (HR. Abu Daud No. 5096)
Dan Masih Banyak Lagi Amalan Amalan Sunnah Lainnya. Semoga Allah Memudahkan Kita Untuk Rutin Mengamalkan Sunnah Sunnah Rasululloh Sallalahu 'Alaihi Wassalam Walaupun Tidak Bisa 100% Tetapi Paling Tidak Kita BERUSAHA Semaksimal Mungkin Untuk Mengamalkannya.
*Silahkan dishare untuk menyebarkan ilmu agama dan kebaikan. Jazakumullahu khairan.*
Barakallahu fiikum.
Wednesday, July 24, 2024
Tuesday, May 28, 2024
Sunday, May 19, 2024
PENYEBAB AMALAN RINGAN TERASA BERAT
Ⓜ️๐๐๐ข๐ ๐๐ฎ๐ง๐ง๐๐ก ๐๐๐๐ข
┉┉┉━━━━━━━━━┉┉┉
๐บ PENYEBAB AMALAN RINGAN TERASA BERAT
┉┉┉━━━━━━━━━┉┉┉
๐คUstadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Hafidzahullah
┉┉┉━━━━━━━━━┉┉┉
๐ก Yuk Tebar Dakwah Sunnah Bersama Kami Disini ⤵️
*Silahkan bergabung di chanel sosial media dakwah kami di* ⤵️⤵️
๐ป Facebook :
↪️Umum/https://www.facebook.com/groups/847999353556148/?ref=share_group_link
┉┉┉━━━━━━━━━┉┉┉
*Chanel TikTok SUNNAH NABI*⤵️⤵️
https://www.tiktok.com/@sunnah.nabi8?_t=8jSxrc2a4GN&_r=1
*_➡️ Bergabung sekarang_*
-
━━━❅❁๐ก๐ฐ๐ก❁❅━━━
Saturday, November 11, 2023
MASALAH HIDUP
Orang yang hidup di dunia, pasti akan menghadapi banyak masalah, Allah telah menegaskan hal ini dalam Alqur’an:
“Dialah Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian, untuk menguji kalian, siapakah diantara kalian yang paling baik amalannya..” [Al-Mulk: 2]
Jangankan kita, para Nabi saja -‘alaihimussalam- menghadapi banyak masalah hidup, bahkan Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda:
“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang yang paling baik (setelah mereka), kemudian orang yang paling baik (setelah mereka). Orang akan diuji sesuai dengan tingkatan agamanya..” [HR. Attirmidzi 2398, dishohihkan oleh Sy. Albani dalam Silsilah Shohihah: 143].
Kita tidak mungkin lari dari masalah, bahkan ketika kita ingin lari dari masalah dengan mengakhiri hidup (baca: bunuh diri); justru kita sebenarnya malah menjerumuskan diri ke masalah yang jauh lebih besar..!
Sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam
“Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga dia membunuh dirinya, maka dia nanti di neraka jahannam menjatuhkan dirinya (dari gunung) secara terus menerus dan selama-lamanya.
Siapa yang menelan racun hingga membunuh dirinya, maka nanti di neraka racun itu akan berada di tangannya, dia menelannya, secara terus menerus dan selama-lamanya.
Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka nanti di neraka senjata tajam itu akan di tangannya, dia menusukkannya ke perutnya, secara terus menerus dan selama-lamanya..” [HR. Bukhari: 5442 dan Muslim: 109].
Jika masalah tidak mungkin lagi dihindari, maka menghadapinya adalah sebuah keniscayaan.
Dalam menghadapinya kita harus tahu, bahwa masalah hidup, tidak keluar dari DUA keadaan:
▶️ masalah yang solusinya ada di tangan kita.
▶️ masalah yang solusinya ada di tangan Allah.
Jika solusinya ada di tangan kita, maka berusahalah untuk menyelesaikannya semampu mungkin.
Jika solusinya ada di tangan Allah, maka mintalah solusinya dari Allah.
Jika kita telah tahu hakekat ini, maka tidak perlu ada rasa gundah dan sedih yang berkelanjutan karena masalah kita yang tak kunjung clear.
Jika memang solusinya hanya di tangan Allah, harusnya kita sabar dan selalu meminta kepada Allah agar Dia selesaikan masalah tersebut.
Kita juga harusnya menyerahkan masalah itu kepada Allah, dan tidak perlu banyak memikirkannya, karena dengan kita pikir pun, masalah tidak akan selesai, karena solusinya hanya ada di tangan Allah.
Intinya, hadapi dengan sabar, banyak berdoa, menyerahkannya kepada Allah, husnuzhon kepada-Nya, dan mengharap pahala dari Allah dari ujian tersebut.
InsyaAllah, dengan demikian, kita akan dapat mewujudkan keajaiban diri seorang mukmin, “jika mendapatkan kemudahan, bisa bersyukur, dan jika menemui kesulitan, bisa bersabar”, dan dua-duanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita.
Silahkan dishare… semoga bermanfaat..
Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ref : https://bbg-alilmu.com/archives/29982
======๐ด๐ด๐ด๐ด๐ด=====
Wednesday, May 10, 2023
BAHAYA FITNAH DAN GHIBAH!
Monday, May 8, 2023
Benarkah Kalau Berdoa Harus Bersholawat Lebih Dahulu
Monday, September 26, 2022
KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
Bismillah,
Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh umat islam adalah shalat dhuha.
Dengan Sholat Dhuha Insya Allah :
1. Merupakan Sedekah yang utama :
2. Terhindar dari dosa
3. Dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat
4. Termasuk hamba Allah yang taat
5. Dimudahkan dalam segala hajat
Monday, September 12, 2022
MENATA HATI DIATAS SUNNAH BAGIAN 03
Semoga Video Ini Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.
Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com
Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/TopChannelOne
Play List Kajian Sunnah di Youtube : https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ
Tag :
menata hati di atas sunnah,kajian sunnah,hidup di atas sunnah,tegar di atas sunnah,dakwah sunnah,sunnah,sunnah di hati ku,mahad as sunnah,amalan sunnah di hari jumat,menata hati,menata hati untuk ikhlas,cara menata hati,amalan sunnah di bulan muharram,menata hati yang ikhlas,menata hati dan pikiran,cara menata hati dan pikiran,menata hati dengan manhaj ilahi,belajar menata hati dan pikiran,menata hati menurut islam,hidup dengan sunnah
Friday, September 9, 2022
HAKIKAT JILBAB SYAR'I DAN TABARRUJ
FUNGSI ILMU SUNNAH
Tuesday, September 6, 2022
Yang Dikenal oleh Hati
Friday, August 5, 2022
TEMUKAN LEBIH DARI 1600 VIDEO KAJIAN ISLAM TERBARU
https://www.youtube.com/c/TopChannelOne
Kalau tidak sekarang kapan lagi kita mulai mendekat dengan Allah, karena ajal kita setiap detik mendekat.
Kapan lagi kita berbagi ilmu islam kalau tidak sekarang, berharap mendapat pahala dakwah tentunya
Link untuk dibagikan :
https://griyakajiansunnah.blogspot.com/2022/08/temukan-lebih-dari-1600-video-kajian.html
Label :
kajian sunnah, kajian sunnah ustadz syafiq riza basalamah, kajian sunnah ustadz abdullah zaen terbaru, kajian sunnah singkat, kajian sunnah terbaru 2022, kajian sunnah live streaming hari ini, kajian sunnah live, kajian sunnah indonesia, kajian sunnah manhaj salaf, kajian sunnah ustadz yazid
Friday, May 13, 2022
Menghindari Dampak Buruk Dosa
Oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA.
Dampak Buruk Maksiat di Dunia
Banyak orang belum mengetahui bahwa dosa dan maksiat itu memiliki dampak buruk yang sangat serius bagi pelakunya. Di dunia maupun di akhirat. Bahkan seluruh keburukan itu pemicunya adalah dosa.
Efek buruk maksiat di dunia antara lain: menyebabkan rezeki seret. Memunculkan kegelisahan. Menimbulkan ketidakharmonisan hubungan. Segala urusan menjadi ruwet. Melemahkan tubuh dan hati. Mengakibatkan malas beribadah. Menghilangkan keberkahan umur. Dan masih banyak lagi dampak buruk lain dari maksiat.
Itu baru efek negatifnya di dunia.
Dampak Buruk Maksiat di Akhirat
Adapun di akhirat, maka sungguh dampak buruk maksiat jauh lebih mengerikan. Para pelakunya terancam siksa neraka Jahannam.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,
“َูุณُุฆَِู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุนَْู ุฃَْูุซَุฑِ ู َุง ُูุฏْุฎُِู ุงَّููุงุณَ ุงَّููุงุฑَ، ََููุงَู: «ุงَููู ُ َูุงَููุฑْุฌُ»”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan orang ke neraka. Beliau menjawab, “(Dosa) mulut dan kemaluan”. HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban.
Menghindari Dampak Buruk Dosa
Manusia dengan kelemahan imannya, berpeluang besar untuk terjerumus pada dosa dan maksiat. Bahkan teramat sering terperosok ke dalam kubangannya. Lantas bisakah manusia yang sudah terlanjur berbuat dosa, terhindar dari dampak buruknya?
Jawabannya: bisa!
Caranya adalah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,
“ُُّูู ุงุจِْู ุขุฏَู َ ุฎَุทَّุงุกٌ َูุฎَْูุฑُ ุงูุฎَุทَّุงุฆَِูู ุงูุชََّّูุงุจَُูู”
“Setiap anak keturunan Adam banyak dosa. Sebaik-baik orang yang banyak dosa adalah yang sering bertaubat”. HR. Tirmidziy dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Al-Hakim menyatakan isnad hadits ini sahih.
Mendalami Makna Istighfar
Istighfar berarti memohon maghfirah (ampunan). Makna maghfirah adalah: terhindar dari dampak buruk dosa dan ditutupi. Jadi orang yang beristighfar itu, sejatinya sedang memohon kepada Allah agar dihindarkan dari dampak buruk dosa-dosanya. Baik di dunia maupun di akhirat. Serta memohon kepada Allah ta’ala agar aib-aibnya tersebut ditutupi.
Jika kita merasa sering berbuat dosa, maka seharusnya kita lebih sering lagi untuk beristighfar. Dengan harapan bisa terhindar dari dampak buruk dosa-dosa itu.
Abu Musa al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
“ุฌَุงุกَ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ََููุญُْู ุฌُُููุณٌ ََููุงَู: «ู َุง ุฃَุตْุจَุญْุชُ ุบَุฏَุงุฉً َูุทُّ، ุฅَِّูุง ุงุณْุชَุบَْูุฑْุชُ ุงََّููู َِูููุง ู ِุงุฆَุฉَ ู َุฑَّุฉٍ»”
Suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang saat kami sedang duduk-duduk. Beliau bersabda, “Setiap pagi aku pasti selalu beristighfar seratus kali”. HR. Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.
Inilah kebiasaan harian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya oleh Allah dan sudah dijamin masuk surga. Bagaimana dengan kita?
Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 15 Dzulhijjah 1440 / 15 Agustus 2019
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA.
https://muslim.or.id/52803-menghindari-dampak-buruk-dosa.html
Thursday, April 14, 2022
Bealjarlah dari Ustadz sunnah Bukan Ustadz Penebar Subhat
Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :
https://www.youtube.com/c/TopChannelOne
Play List Kajian Sunnah di Youtube :
https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ
Tag / Label :
Update Kajian Sunnah, Kajian Islam, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, News Islam, Berita Islam, Manhaj Salaf, Tauhid, go Tauhid,Al Qur’an
Monday, March 28, 2022
Saturday, March 26, 2022
Mati Su'ul Khotimah
⚠️MATI SU'UL KHOTIMAH
Setiap orang pasti menginginkan berada pada akhir kehidupan yang baik (husnul khotimah), bukan pada yang buruk (su’ul khotimah). Namun sudah sering kita saksikan ada beberapa orang yang mati dengan sangat tragis, sangat mengerikan yang mungkin kita belum pernah melihat sebelumnya. Su’ul khotimah inilah yang patut kita waspadai dan berusaha untuk tidak berada di ujung kehidupan semacam itu.
Saudaraku, perlu kiranya engkau tahu bahwa su’ul khotimah (mati dalam keadaan buruk) memiliki sebab yang seharusnya setiap orang menjauhinya. Sebab utama adalah karena berpaling dari agama Allah. Hal ini dapat berupa berpaling dari istiqomah, lemahnya iman, rusaknya i’tiqod (keyakinan), dan terus menerus dalam maksiat.
Ia seorang pedagang kain yang biasa menjual kain. Tatkala sakratul maut ia bukan menyebut kalimat yang mulia “laa ilaha illallah”, namun yang ia sebut adalah, “Ini kain baru, ini kain baru. Ini pas untukmu. Kain ini amat murah.” Akhirnya ia pun mati setelah mengucapkan kalimat semacam itu. Padahal kalimat terbaik yang diucapkan saat sakratul maut adalah kalimat laa ilaha illallah.
ู َْู َูุงَู ุขุฎِุฑُ ََููุงู ِِู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงُููู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ
Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)
Ada juga orang yang kesehariannya sibuk bermain catur. Ketika sakratul maut, ia diperintahkan untuk menyebut kalimat “laa ilaha illallah.Namun apa yang ia katakan kala maut menjemput? Ia malah mengucapkan, “Skak!” Lalu ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Mati bukan menyebut kalimat tahlil, namun menyebut kata skak”. Wallahul musta’an.
Ada pula orang yang kesehariannya biasa menegak arak (khomr). Ketika maut menjemput, ia ingin ditalqinkan (dituntun baca kalimat tahlil, laa ilaha illallah). Namun apa yang ia ucapkan? Ia malah berkata saat sakratul maut, Mari tuangkan arak untukku, minumlah!” Lantas ia pun mati dalam keadaan seperti itu. Laa haula quwwata illa billah ‘aliyyil ‘azhim.[1]
Bukti dari perkataan Mujahid di atas terdapat pada kisah Abu Tholib berikut ini.
َูู َّุง ุญَุถَุฑَุชْ ุฃَุจَุง ุทَุงِูุจٍ ุงََْูููุงุฉُ ุฌَุงุกَُู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – ََููุฌَุฏَ ุนِْูุฏَُู ุฃَุจَุง ุฌَِْูู ุจَْู ِูุดَุงู ٍ ، َูุนَุจْุฏَ ุงَِّููู ุจَْู ุฃَุจِู ุฃُู ََّูุฉَ ุจِْู ุงْูู ُุบِูุฑَุฉِ ، َูุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – ูุฃَุจِู ุทَุงِูุจٍ « َูุง ุนَู ِّ ، ُْูู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงَُّููู ، َِููู َุฉً ุฃَุดَْูุฏُ ََูู ุจَِูุง ุนِْูุฏَ ุงَِّููู » . ََููุงَู ุฃَุจُู ุฌٍَْูู َูุนَุจْุฏُ ุงَِّููู ุจُْู ุฃَุจِู ุฃُู ََّูุฉَ َูุง ุฃَุจَุง ุทَุงِูุจٍ ، ุฃَุชَุฑْุบَุจُ ุนَْู ู َِّูุฉِ ุนَุจْุฏِ ุงْูู ُุทَِّูุจِ ََููู ْ َูุฒَْู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – َูุนْุฑِุถَُูุง ุนََِْููู ، ََููุนُูุฏَุงِู ุจِุชَِْูู ุงْูู ََูุงَูุฉِ ، ุญَุชَّู َูุงَู ุฃَุจُู ุทَุงِูุจٍ ุขุฎِุฑَ ู َุง ََّููู َُูู ْ َُูู ุนََูู ู َِّูุฉِ ุนَุจْุฏِ ุงْูู ُุทَِّูุจِ ، َูุฃَุจَู ุฃَْู ََُูููู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุงَُّููู
Ketika menjelang wafatnya Abu Tholib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatanginya dan ternyata sudah ada Abu Jahal bin Hisyam dan ‘Abdullah bin Abu Umayyah bin Al Mughirah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, kepada Abu Tholib, Wahai pamanku katakanlah laa ilaaha illallah, suatu kalimat yang dengannya aku akan menjadi saksi atasmu di sisi Allah.Maka berkata, Abu Jahal dan ‘Abdullah bin Abu Umayyah, “Wahai Abu Thalib, apakah kamu akan meninggalkan agama ‘Abdul Muthalib?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menawarkan kalimat syahadat kepada Abu Tholib dan bersamaan itu pula kedua orang itu mengulang pertanyaannya yang berujung Abu Tholib pada akhir ucapannya tetap mengikuti agama ‘Abdul Muthalib dan enggan untuk mengucapkan laa ilaaha illallah.”(HR. Bukhari no. 1360 dan Muslim no. 24)
Su’ul khotimah (akhir hidup yang jelek) semoga Allah melindungi kita darinya tidaklah terjadi pada orang yang secara lahir dan batin itu baik dalam bermuamalah dengan Allah. Begitu pula tidak akan terjadi pada orang yang benar perkataan dan perbuatannya. Keadaan semacam ini tidak pernah didengar bahwa orangnya mati dalam keadaan su’ul khotimah sebagaimana kata ‘Abdul Haq Al Isybili. Su’ul khotimah akan mudah terjadi pada orang yang rusak batinnya dilihat dari i’tiqod (keyakinannya) dan rusak lahiriahnya yaitu pada amalnnya. Su’ul khotimah lebih mudah terjadi pada orang yang terus menerus dalam dosa besar dan lebih menyukai maksiat. Akhirnya ia terus menerus dalam keadaan berlumuran dosa semacam tadi sampai maut menjemput sebelum ia bertaubat.”[4]
Jika telah mengetahui hal ini dan tidak ingin kehidupan kita berakhir buruk sebagaimana kisah-kisah yang telah kami utarakan di atas, maka sudah sepantasnya kita menyegerakan taubat terhadap semua dosa yang kita perbuat, baik itu dosa kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat. Begitu pula segeralah kita kembali taat pada Allah dengan mengawali segalanya dengan ilmu. Kita tidak tahu kapan nyawa kita diambil. Entah besok, entah lusa, entah minggu depan, boleh jadi lebih cepat dari yang kita kira. Yang tua dan muda sama saja, tidak ada yang tahu bahwa ia akan berumur panjang. Selagi masih diberi kesempatan, selagi masih diberi nafas, teruslah bertaubat dan kembali taat pada-Nya. Lakukan kewajiban, sempurnakan dengan amalan sunnah. Jauhi maksiat dan berbagai hal yang makruh. Jangan sia-siakan waktu, teruslah isi dengan kebaikan.
Moga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah dan menjauhkan kita dari akhir hidup yang jelek, su’ul khotimah. Amin Yaa Mujibas Saailin.
By: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
www.rumaysho.com
๐๐.......................✍๐ป
Tuesday, March 1, 2022
Ciri - Ciri Orang Yang Di Tuduh WAHABI
Bismillahirrahmanirrahim
Tuesday, February 15, 2022
PROFIL DAN BIODATA USTADZ DR. KHALID BASALAMAH, MA
Nama lengkap: Khalid Zeed Abdullah Basalamah
Semoga Bermanfaat,
Baca Juga Artikel Kami Lainnya di :
https://griyakajiansunnah.blogspot.com
https://tujuan-mu.blogspot.com
Channel Youtube :
https://www.youtube.com/channel/UCpChB_DRySoQ-yaw21oyBWg
Play List Kajian Sunnah :
https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ
Tag / Label :
Update Kajian Sunnah,
Kajian Islam, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info
Kajian Islam, News Islam, Berita Islam, Kabar Islam, Dunia Islam, Belajar
Islam, Manhaj Salaf, Tauhid, go Tauhid,Griya Kajian Sunnah
-
Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya. Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun ...



